Electricity System MEGA PROJECT
Trending

PLN Kalkulasi Adjustment Tariff Pelanggan Nonsubsidi

PLN Kalkulasi Adjustment Tariff Pelanggan Nonsubsidi
Petugas PLN sedang memeriksa meteran kWh pelanggan.

Listrik Indonesia | PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) masih mengkalkulasi penyesuaian tarif listrik pelanggan nonsubsidi seiring dengan wacana penyesuaian tarif listrik pada kuartal I/2020.

Oleh karena itu, PT PLN (Persero) belum mengajukan usulan penyesuaian tarif listrik untuk kuartal I–2021 pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan pihaknya belum tahu apakah penyesuaian nantinya berupa kenaikan, penurunan atau bahkan penahanan tarif listrik seperti yang berlaku saat ini.

Bob mengatakan PLN masih mengkalkulasi faktor–faktor yang mempengaruhi tarif listrik misalnya seperti kurs, harga minyak dunia, serta harga batu bara.

"Belum mengusulkan, masih proses. Kita masih dalam kalkulasi," kata Bob pada Medcom.id, Rabu, 4 November 2020.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi mengatakan akhir November merupakan batas akhir untuk memutuskan tarif listrik yang berlaku di kuartal I–2021.

"Pak Menteri harus tetapkan paling lambat akhir November setelah PLN mengajukan usulan, itu harus diputuskan murni diterapkan tarif adjustment di 2021 ataupun ditahan," kata Hendra.

Keputusan tarif listrik dilakukan sebulan sebelum diberlakukan. Tarif listrik ditinjau berdasarkan pengaruh kurs, harga minyak mentah serta harga batu bara yang menjadi komponen biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik.

Namun dengan alasan menjaga daya beli masyarakat, sejak 2017 pemerintah tidak melakukan penyesuaian tarif listrik atau memilih untuk menahan tarif. Padahal bila melihat komponen–komponen tersebut tarif listrik 'otomatis' naik.

Di masa pandemi covid–19, pemerintah pun menurunkan tarif listrik untuk periode Oktober–Desember 2020 untuk tujuh golongan pelanggan non–subsidi dengan mempertimbangkan komponen–komponen tersebut.

Untuk pelanggan tegangan rendah tarifnya ditetapkan Rp1.444,70 per kilowatt hour (kWh) atau turun sebesar Rp22,5 per kWh dari periode sebelumnya. Sedangkan untuk pelanggan tegangan menengah dan tegangan tinggi tarifnya tetap yakni sama dengan perhitungan besaran tarif tenaga listrik periode Juli–September 2020. Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA–RTM, tarifnya tetap sebesar Rp1.352 per kWh.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button