Activity CORPORATION NEWS
Trending

PLN Sulselrabar Gelar Simulasi Penanganan Teror Bom

PLN Sulselrabar Gelar Simulasi Penanganan Teror Bom
Simulasi penanganan ancaman teror bom di lingkungan PLN UIW Sulselrabar [Foto: starnews.id - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Personel PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) menggelar simulasi peralatan proteksi kebakaran (///fire drill) dan tanggap darurat teror bom.

Latihan antisipasi dini pada Senin, 12 April 2021, itu dilakukan bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Makassar dan Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel).

Simulasi diikuti pegawai dan tenaga alih daya, seperti bagian security dan cleaning service dalam rangka mewujudkan zero accident di lingkungan PLN.

BACA JUGA: Awasi Migas Lepas Pantai, ESDM dan TNI Teken Kerja Sama Perbantuan Personel

General Manager PLN UIW Sulselrabar Awaluddin Hafid menyatakan latihan yang digelar di halaman kantor Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Makassar tersebut juga guna mengantisipasi ancaman bom dan terorisme.

Awaluddin menegaskan pihaknya berusaha senantiasa siap mengawal komitmen K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) dalam kegiatan operasional kelistrikan sehari-hari. Termasuk di dalamnya kesiapan peralatan dan memastikan seluruh aset PLN aman.

“Acara ini digelar agar seluruh insan PLN dari berbagai jenjang memiliki kesigapan dan kompetensi menggunakan peralatan proteksi kebakaran, serta mampu melakukan mitigasi pengamanan bila kondisi terburuk terjadi sewaktu-waktu,” ujar Awaluddin.

PLN UIW Sulselrabar, menurutnya, berusaha terus meningkatkan disiplin K3. Oleh karena itu, PLN rutin menyelenggarakan simulasi peralatan proteksi kebakaran dan simulasi ancaman bom, serta ancaman terorisme.

BACA JUGA: Indonesia Power Saguling POMU Jadi Wakil Perusahaan Penerima Penghargaan Nihil Kecelakaan Kerja

Beberapa simulasi yang dilaksanakan berupa latihan tanggap darurat kriminal, terorisme, dan ancaman bom. Sebanyak 25 personil Satuan Gegana Polda Polda Sulsel serta satuan pengaman dan karyawan PLN terlibat dalam latihan dan detail penggunaaan alat pemadam api ringan (APAR).

Komandan Detasemen (Danden) Gegana Polda Sulsel AKBP Sahruna Nasrun pada kesempatan yang sama menjelaskan tujuan simulasi untuk menguji, mengevaluasi, serta memahami kondisi darurat dan gangguan yang mungkin terjadi.

"Kami berharap dengan simulasi ini dapat menguji, mengevaluasi, serta memahami kondisi darurat dan gangguan sehingga ke depannya PLN mampu melakukan pengamanan bila kondisi terburuk terjadi sewaktu-waktu dalam menanggapi aksi teror. Sekaligus dapat terus bersinergi dengan kepolisian," ujarnya. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button