Fossil Fuel ENERGY PRIMER Renewable Energy Power Plant MEGA PROJECT NEWS
Trending

PLTD Di 2130 Lokasi Bakal Dikonversikan Ke EBT

PLTD Di 2130 Lokasi Bakal Dikonversikan Ke EBT
Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, pemerintah dalam mengkonversikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 2 GW.

Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) menantang anak usahanya, PT Indonesia Power untuk turut membantu pemerintah dalam mengkonversikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke Energi Baru Terbarukan (EBT). Sedikitnya, ada 2130 titik PLN dengan total kapasitas hingga dua gigawatt yang akan diubah ke energi ramah lingkungan itu.

“Kemarin, arahan pak Dirut (Dirut PLN, Zulkifli Zaini) adalah bagaimana kita melakukan assessment dari pembangkit yang masih menggunakan BBM. Pak Menteri ESDM, Arifin Tasrif pun sudah mencanangkan dibangunnya konversi PLTD ke EBT pada 2130 lokasi dengan total kapasitas 2 GW,” ujar Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam sebuah webinar, Kamis (8/10).

Diakuinya, PLN terus mendorong merealisasikan bauran energi dari energi baru terbarukan ini. Mulai penggunaan co-firing, turbin angin, energi gelombang, biomassa, solar PV dan lainnya. Terlebih, Pemerintah telah menargetkan penggunaan EBT mencapai 23 Persen pada 2025 nanti.

“Saat ini, energi yang paling murah memang batubara. Tapi manusia itu terus berinovasi. Bagaimana ebt ini bisa bersaing ke depan dengan energi fosil. Day by day, energi storage sekarang jadi lebih murah. Dulu saya pasang 36.400 unit plts tahun 1994, biayanya bisa 25-30 cent per kWh. Saat ini, sudah mendekati hanya 3-5 cent per kWh, head to head dengan energi fosil,” kata pria yang akrab disapa Darmo ini.

Webinar yang diselenggarakan dalam rangka 25 Tahun PT Indonesia Power ini bertemakan “Smart Grid, Super Grid, Battery, And Super Density Energy-Power Plant For Indonesian Archipelago”. Direktur Utama PT Indonesia Power, M. Ahsin Sidqy mengungkapkan, pihaknya telah memiliki anak perusahaan yang khusus menangani EBT, yakni Indonesia Tenaga Hijau. Dia berharap, webinar kali ini bisa menghasilkan teknologi pembangkit yang cocok bagi negara kepulauan seperi Indonesia ini.

“Ini sangat penting untuk Indonesia berenergi. Karena di manapun tempat, energi harus bisa dinikmati masyarakat. Dalam hal ini, IP akan mengambil peran dalam mengembangkan kelistrikan ramah lingkungan bagi masyarakat, termasuk bagi masyarakat yang terluar sekalipun,” tegasnya. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button