Renewable Energy ENERGY PRIMER Power Plant MEGA PROJECT NEWS
Trending

PLTN Pertama di Dunia Nyalakan Empat Bola Lampu

PLTN Pertama di Dunia Nyalakan Empat Bola Lampu
Reaktor nuklir Experimental Breeder Reactor-I (EBR-I) hasilkan tenaga listrik pertama yang menyalakan empat buah bola lampu [Foto: Dok. LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Jumlah reaktor nuklir yang dioperasikan untuk pembangkit listrik (PLTN) sebanyak 440, yang tersebar di 30 negara.

Di Inggris, menurut Statista, terdapat 15 reaktor yang terhubung dengan transmisi listrik. Di Prancis, yang memiliki reaktor terbesar di dunia, 70 persen kebutuhan listriknya disuplai dari PLTN.

Aliansi General Electric dan Hitachi menduduki peringkat ketiga kontraktor atau pelaksana konstruksi reaktor nuklir. Peringkat kedua dan pertama ditempati Areva (Prancis) dan Rosatom (Rusia). 

Pada 2050, kapasitas reaktor nuklir global diproyeksikan memproduksi tenaga listrik 506 gigawatt (GW).

BACA JUGA: Repotnya Swedia Saat PLTN Masuk Masa Perawatan


Panas Reaksi Nuklir

Pengembangan nuklir awalnya dilakukan sebagai senjata Perang Dunia II. Dampaknya, Kota Nagasaki dan Hiroshima hancur, menjadi korban tragedi kemanusiaan akibat bom atom Amerika Serikat (AS). 

Pasca-perang, teknologi nuklir semakin dikembangkan AS dan Uni Soviet pada 1960-an. Perang Dingin kedua negara dan sekutu masing-masing mendorong keduanya mengembangkan senjata pemusnah massal.

Namun, AS ternyata menemukan jalan reaktor nuklir menjadi sumber tenaga listrik. Tepatnya pada 20 Desember 1951, AS berhasil mengembangkan nuklir sebagai wahana pembangkit listrik pertama dunia. Penemuan penting ini ditelorkan di Experimental Breeder Reactor-I (EBR-I). 

BACA JUGA: Keputusan PLTN Ada Di Tangan Presiden

Dilansir Britannica, EBR-I yang dibangun Argonne National Laboratory berada dekat Idaho Falls, Idaho, AS. Listrik pertama diperoleh dari panas yang dihasilkan reaksi nuklir.

Konstruksi EBR-I dimulai pada akhir 1949. Pada 20 Desember 1951, tepatnya pukul 01.50 waktu setempat, listrik pertama dialirkan dari generator turbin. Empat bola lampu bersinar terang. Keesokan harinya, percobaan diulang. Hasilnya, listrik mampu menerangi gedung EBR-I.

Selanjutnya, atas keberhasilan EBR-I, reaktor lain dibangun. Pada 1954, Obninsk APS-1 Rusia berhasil 5 miliwatt listrik. Kembali di Idaho, Borax-III, pabrik reaktor air mendidih, menghasilkan listrik yang cukup untuk menerangi kota kecil Arco, pada 1955.

Pada 1966, Presiden AS Lyndon Johnson resmi mengistirahatkan EBR-I, lalu menjadi Tempat Bersejarah Nasional.--sebagai museum dan ikon AS. Ia adalah museum PLTN pertama di dunia. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button