NEWS
Trending

PLTP Sarulla di Sumut Mulai Beroperasi

PLTP Sarulla di Sumut Mulai Beroperasi
Listrik Indonesia | Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla unit pertama dari kapasitas 110 Megawatt (MW) yang berlokasi di Sumatera Utara, telah beroperasi secara komersial (COD).
 
Pembangkit tersebut menggabungkan teknologi flash dan biner menghasilkan pembangkit listrik dengan tingkat efesiensi yang tinggi dan menginjeksikan kembali 100% dari uap panas bumi yang sudah terpakai.
 
Toshiba Corporation dan Ormat Technologies Inc, berkolaborasi dalam menyediakan turbin generator uap (STGs) panas bumi untuk sistem flash, sementara Ormat membuat desain konseptual dari pembangkit listrik panas bumi untuk siklus gabungan (GCCU) dan menyediakan Ormat Energy Converter (OEC), yang berfungsi sebagai unit kondensasi bagi turbin-turbin uap dan memanfaatkan brine terpisah memaksimalkan penggunaan sumber daya dan memaksimalkan daya keluar.
 
Mr. Takao Konishi, Wakil Presiden Toshiba untuk Perusahaan Sistem Energi & Solusi mengatakan, kebutuhan listrik di Indonesia meningkat seiring dengan pembangunan ekonomi yang cepat. Dalam cetak biru energi nasional 2005-2025, pemerintah mengarah pada diversifikasi bauran energi nasional dan meningkatkan energi yang dihasilkan oleh sumber panas bumi menjadi lebih dari 5% dari total kapasitas.
 
Pasalnya, Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 40% dari cadangan energi panas bumi dunia. Toshiba dan Ormat akan terus bekerja sama dalam berkontribusi untuk memenuhi permintaannya yang terus meningkat.
 
“Kami sangat bangga telah memasang STGs panas bumi kami yang sangat handal di salah satu pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia. Toshiba memiliki pangsa pasar nomor satu di sektor panas bumi. Kami terus mendukung pengembangan solusi listrik dan infrastruktur di Indonesia,” kata Takao Konishi, dalam rilis yang diterima Listrikindonesia.com, Kamis (23/03).
 
Pihaknya telah mendirikan, PT. Toshiba Asia Pacific Indonesia pada 2014 silam, hal itu dilakukan guna mengerahkan sumber daya dan keahlian Toshiba dalam mendukung pengembangan solusi listrik dan infrastruktur di Indonesia.
 
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Ormat, Isaac Angel mengatakan, dimulainya operasi komersial di Sarulla adalah tonggak penting untuk Ormat, baik sebagai pemilik SOL dan sebagai pemasok teknologi biner. “Teknologi biner kami sudah teruji selama 25 tahun. Kontrak pasokan Sarulla adalah kontrak tunggal terbesar yang telah kami tandatangani. Sampai sekarang, kami memproduksi dan mengirimkan peralatan lebih cepat dari jadwal,” tambahnya.
 
Ia menerangkan, perbaikan-perbaikan yang diimplementasikan di seluruh rantai nilai dan tim profesional.  Pihaknya terus berbagi keahlian, hal ini sejalan dengan berlanjutnya pekerjaan unit kedua dan ketiga dari proyek Sarulla yang diharapkan dapat beroperasi masing-masing pada 2017 dan 2018.
 
“Teknologi GCCU Ormat sudah teruji, yang dimanfaatkan di proyek Sarulla akan menjamin pemanfaatan yang optimal dan berkelanjutan dari sumber daya dalam memberikan Indonesia energi yang bersih, hemat biaya dan kapasitas baseload” tandasnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button