CORPORATION
Trending

PLTU Cilacap Fase II Perkuat Kelistrikan Jawa Bagian Selatan

PLTU Cilacap Fase II Perkuat Kelistrikan Jawa Bagian Selatan

Listrik Indonesia | Dalam hal jumlah pembangkit listrik, Pulau Jawa bagian Selatan terbilang lebh sedikit disbanding bagian utara. Hal Hal inilah yang melandasi PT Sumber Segara Primadaya (S2P) membangun pembangkit di sana, tepatnya Kabupaten Cilacap.

Dalam catatan 2 tahun lalu di Jawa Tengah sendiri rasio elektrifikasinya sebesar 98,38 persen. Sementara target 2019-2020 yaitu 99,9 persen, tentunya pembangunan pembangkit tidak melulu difokuskan di Jawa bagian Utara. Melihat peluang tersebut dan demi meningkatkan rasio elektrifikasi khususnya di Jawa bagian Selatan sejumlah pembangkit listrik berkapasitas besar pun dibangun di sana.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Fase II milik S2P langsung diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Menjadi secercah harapan bagi masyarakat sekitar sana untuk mendapatkan aliran listrik dari pembangkit tersebut.

Direktur Utama PT Sumber Segara Primadaya Agus Nurwahyudi mengatakan, S2P tetap melanjutkan pekerjaan untuk memenuhi permintaan Sistem Jawa Bali dalam hal ini melalui PLN UIP2B. Bahwa konstruksi PLTU Cilacap Ekspansi Fase II justru mengalami percepatan di tengah pandemi Covid-19.

“kami sangat beruntung dengan adanya percepatan penyelesaian pembangkit yang semestinya selesai bulan Agustus 2021 dimajukan ke Desember 2020,” ujarnya kepada Majalah Listrik Indonesia.

Melalui percepatan itu, katanya, penyelesaian proyek pembangkit dengan teknologi ultra super critical (USC) itu dapat selesai dan tidak terdampak oleh pandemi Covid-19. “Hanya saja penyelesaian proyek penambahan jetty dan breakwater [pemecah ombak] sedikit mengalami penundaan karena beberapa personel kunci dari kontraktor belum bisa kembali ke Cilacap.” Ungkap Agus.

Lebih lanjut, dia berujar, sejak beroperasinya PLTU Cilacap pada tahun 2006, kualitas tegangan terutama di sisi 150 kV menjadi lebih baik. Seiring dengan perkembangan pembangunan transmisi 500 kV jalur selatan. Selain itu, diperlukan juga penyeimbang sumber daya listrik untuk kebutuhan industri sehingga PLTU Cilacap membangun unit ekspansi pertama 1x660 MW yang menyuplai transmisi 500 kV dan beroperasi secara komersial pada Juli 2016.

Demikian pula saat ada program percepatan pembangunan listrik 35.000 MW, S2P ditunjuk pemerintah untuk Kembali membangun pembangkit dengan kapasitas 1x1.000 MW. Dengan beroperasinya pembangkit 1.000 MW, cadangan listrik (reserve margin) sistem kelistrikan Jawa—Bali semakin meningkat dan lebih baik.

Agus memaparkan bahwa membangun pembangkit di selatan Pulau Jawa tentu memiliki tantangan tersendiri. Di samping ombak laut pantai selatan yang sudah terkenal relatif besar sehingga menyulitkan pembangunan breakwater. Dermaga, katanya, juga menghadapi tantangan tingkat korosif yang lebih tinggi akibat kadar garam yang terbawa oleh angin laut yang relatif banyak berhembus dari tenggara. Selain itu, kadar garam juga mengakibatkan korosi di bahan metal lebih cepat serta pengotoran isolator-isolator jaringan transmisi. Untuk itu perlu penanganan khusus. (Cr)

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button