ENERGY PRIMER MEGA PROJECT NEWS
Trending

PLTU TJK Power Menjaga Keandalan Listrik Batam

PLTU TJK Power Menjaga Keandalan Listrik Batam
Ilustrasi

Listrik Indonesia | Isu kelistrikan di daerah luar Jawa seringkali terkait dengan keandalan sistem. Masih banyak terjadi byarpet atau pemadaman listrik secara bergilir. Kini, Batam dan kepulauan lain di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah memiliki kelistrikan yang andal. Saat ini, pasokan listrik PLN Batam masih terjaga dengan rata-rata cadangan daya sebesar 60-75 megawatt (MW) per hari dengan reserve margin cadangan listrik 12-16%.

 

Dengan cadangan tersebut, PLN Batam akan menambah kapasitas pembangkit untuk memperkuat reserve margin untuk memenuhi reserve margin minimal 30%.

 

Salah satu pembangkit berskala cukup besar untuk ukuran di Batam adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) TJK Power berkapasitas 2x65 MW. Pembangkit listrik berbahan bakar batu bara itu menjadi salah satu pembangkit terbesar dan menjadi andalan bagi PT PLN Batam di Kepri.

 

Sekitar 25 % kebutuhan listrik di Kepri disuplai dari TJK Power. Kendati memiliki kapasitas 2x65 MW, tetapi dua unit pembangkit itu dioperasikan 2x55 MW dan kontrak dengan PLN Batam selama 30 tahun. Dalam kontrak itu, minimal kapasitas (capacity factor) sebesar 85 %. PT TJK Power mampu memenuhi batas minimal tersebut.

 

Direktur Pengembangan Bisnis dan Usaha PT TJK Power Ahmad Baihaqi Basyarah menjelaskan, PLTU TJK Power beroperasi sejak 2012. Proses konstruksi hanya sekitar 2 tahun, yaitu mulai 2010. Kepemilikan saham PLTU tersebut adalah PT Intraco PentaTbk., China Huadian, dan PLN Batamsebesar 10%.

 

"Kami bisa membanggakan diri karena PLTU TJK Power sangat diandalkan PLN Batam. Setiap tahun bisa melampaui target 85% (capacity factor) yang dikontrak PLN Batam. Performance PLTU ini cukup baik. Kerusakan juga sangat minim," ujarnya kepada Listrik Indonesia, beberapa waktu lalu.

 

Baihaqi menuturkan pihaknya selalu menjaga operasional pembangkit melalui pemeliharaan yang terjadwal dengan baik sehingga tidak mengganggu operasi, sebagai Contoh, jadwal pemeliharaan pada 2021 sudah ditetapkan sejak November 2021 agar mempermudah PLN Batam dalam mengatur jadwal pemeliharaan pembangkit di Batam sehingga tidak mengganggu suplai listrik. Setiap 5 tahun sekali ada major overhaul.

 

Menurutnya, TJK Power mendesain PLTU untuk 4 unit. Saat ini sudah dibangun dan sudah beroperasi 2 unit. Oleh karena itu, TJK Power siap jika diminta untuk melakukan ekspansi PLTU TJK Power Unit 3 & 4. Kendati saat ini reserve margin listrik di Kepri sudah cukup, tetapi kebutuhan listrik dalam 3-4 tahun ke depan tentu akan terus bertambah seiring dengan masuknya industri. Oleh karena itu, menurutnya, TJK Power yang paling siap untuk menambah kapasitas pembangkit karena sudah memiliki pengalaman dan teknologi serta permodalan.

 

"Jika mereka (PLN Batam) ingin bangun lagi pembangkit, paling cepat adalah TJK Power, karena lahan Sudah ada, tekonologi sudah siap, infrastruktur sudah ada, dan tidak perlu tender lagi,"tuturnya.

 

Baihaqi menambahkan, tidak menutup kemungkinan TJK Power melakukan ekspansi bisnis ke luar Batam. "Kami punya pengalaman dan teknologi kalau dibutuhkan kami sudah siap. Sekarang TJK lebih menjamin suplai listrik Batam fungsi utama TJK menjamin suplai listrik Batam," terangnya.

 

Sementara itu, kebutuhan batubara TJK Power menjadi tanggung jawab PLN Batam dengan kebutuhan 45.000 ton per bulan yang disuplai dari Sumatera dan Kalimantan.

 

PT TJK Power berdiri pada 2006. Sebelumnya merupakan anak perusahaan PLN Batam. Kemudian PLN Batam mencari partner yang bisa membangun PLTU. Kemudian, pada 2010, PLTU TJK Power mulai memasuki tahap konstruksi dan beroperasi secara komersial pada 2012.

 

Menurutnya, PLTU TJK Power merupakan unit pertama di bawah Intraco sebagai pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP). Terkait dengan arah pengembangan energi baru dan terbarukan, Baihaqi menjelaskan bahwa TJK Power Siap masuk ke energi bersih jika ada kesempatan dan peluang.

 

"Kalau pun PLN Batam berniat konversi EBT, PLN Batam memberi kesempatan ke IPP di Batam ya kenapa enggak. Tentu kami mendapatkan dukungan kuat dari pemegang saham karena kami memiliki pengalaman dan teknologi," pungkasnya. (Cr)

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button