Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Politisi Cantik Ini Dorong Penggunaan EBT Untuk Penuhi Kebutuhan Energi

Politisi Cantik Ini Dorong Penggunaan EBT Untuk Penuhi Kebutuhan Energi
Anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. (foto: net)

Listrik Indonesia | Pemerintah diminta segera menggenjot penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Pasalnya, kebutuhan energi ke depan akan terus tumbuh.

"Indonesia diproyeksikan menjadi negara ekonomi terbesar ke-5 pada tahun 2045, dimana kebutuhan energi (energy demand) diproyeksikan terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan pembangunan negara," ujar anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, di Jakarta, Senin (26/10).

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat signifikan, yaitu sebesar 442 GW yang berasal dari tenaga air (94,3 GW), panas bumi (28,5 GW), bioenergi (32,6 GW), energi solar (207,8 GWp), tenaga angin (60,6 GW), dan tenaga laut (17,9 GW). 

“Sayangnya meskipun potensinya besar, namun pemanfaatannya hingga saat ini masih kecil,” imbuh politisi partai Golkar ini.

 Dengan berkurangnya cadangan energi fosil nasional, serta semakin krusialnya penerapan prinsip pembangunan berkelanjutkan, terutama dalam mengurangi efek emisi karbon, Roro meyakini saat ini momentum yang tepat untuk melakukan transisi energi. pihaknya mendorong akselerasi pengembangan, dan peningkatan daya saing EBT serta meningkatkan porsinya dalam bauran energi nasional.

“Harapan besarnya RUU EBT yang sedang kami bahas di DPR bisa menjadi solusi yang tepat,” katanya.

Diakuinya, potensi sumber energi fosil nasional masih besar, akan tetapi belum semua potensi energi fosil tersebut bisa dimanfaatkan. Dia mengatakan, sumber energi yang ada saat ini banyak yang belum dikonversi menjadi cadangan. 

"Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), jumlah cadangan minyak bumi nasional sebesar 4,77 miliar barel dan apabila tidak dilakukan eksplorasi, cadangan tersebut akan habis dalam waktu 9 hingga 15 tahun," tegasnya.
 
Selain minyak, cadangan gas bumi hanya menyisakan 77,3 triliun kaki kubik dan akan habis dalam waktu 22 tahun. Sedangkan cadangan batubara yaitu sebesar 36,7 miliar ton dan akan habis dalam waktu sekitar 65 tahun dengan asumsi produksi batubara sebesar 600 sampai dengan 650 ton per tahun.


“Indonesia memiliki target komposisi bauran energi pada tahun 2025 yaitu EBT 23 persen, Batubara 30 persen, Gas Bumi 22 persen dan Minyak Bumi 25 persen. Sedangkan untuk tahun 2050 target profil bauran energi di Indonesia adalah EBT 31%, Batubara 25 persen, Gas Bumi 24 persen dan Minyak Bumi 20 persen," tuturnya. (pin)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button