Produk Inovasi UNHAS Mulai Dilirik Investor

Produk Inovasi UNHAS Mulai Dilirik Investor
Listrik Indonesia | Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar tak henti-henti mengeluarkan produk inovasinya. Beberapa investor dari dalam dan luar negeri mulai tertarik bekerjasama dengan UNHAS.

Director Innovation and Intellectual Property, Asmi Citra Malina, Ph.D. menjelaskan, UNHAS sangat aktif melakukan inovasi yang nanti bakal dijadikan produk dan diproduksi masal. Dalam keikutsertaan di InaRI Expo 2022 di Cibinong. Pada, 27-30 Oktober 2022. UNHAS memarkan inovasi produknya.

Salah satu inovasi fenomenalnya ialah Extraoral Mobile Aerosol Guide Channel (E-MAGIC) versi UH1 hasil kolaborasi antara tim Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Teknik (FT). Kata, Citra, pembuatan produk inovasi ini dilandasi oleh kondisi yang dihadapi oleh para tenaga medis, khususnya dalam bidang kesehatan gigi.  Pada saat dokter gigi merawat pasien di klinik atau rumah sakit, ancaman yang dihadapi adalah munculnya aerosol dari pasien.  Aeorosol ini berpotensi mengandung bakteri dan virus. Apalagi, dalam situasi pandemi, ancaman keselamatan tenaga medis ketika merawat pasien gigi menjadi lebih besar. 

“Keunggulan alat kami adalah biaya pembuatan relatif sangat murah dibandingkan produk sejenis yang umumnya masih kita impor.  Selain itu, kemampuan alat ini setara dengan mesin-mesin sejenis.  Alat ini sangat dibutuhkan oleh tenaga medis, terutama dalam bidang kesehatan gigi,” jelas Citra.

Tak hanya produk alat kesehatan saja, UNHAS berhasil memproduksi produk pangan seperti rumput laut yang berprotein tinggi, kemudian coconut oil asli 100 persen sebagai antioksidan untuk mengobati berbagai macam penyakit, dan olahan dari ikan gabus yang gunannya untuk menyembuhkan luka pasca operasi dan kekurangan giizi.

“UNHAS memiliki sebuah badan usaha yang bisa memproduksi masal dan produk ini kita jual ke ritel,”katanya.

Dilirik Ivestor

Lebih lajut, Citra mengungkapkan, bahwa beberapa produk hasil inovasi UNHAS mulai dilirik investor dari dalam dan luar negeri. Tim UNHAS baru saja mendapat tawaran untuk bekerja sama dengan Jepang. Sebelumnya, Perdana Menteri Australia berkunjung ke UNHAS dan tertarik untuk melakukan kerja sama dibidang penelitan.

“Di InaRI Expo 2022 kami juga mendapat penawaran dari salah satu Startup India dan PLN. Kami siap membantu investor, jika membutuhkan inovasi-iovasi baik itu dibidang pangan, farmasi, kesehatan maupun teknologi,”bebernya.

UNHAS sebagai supporting di InaRI Expo 2022  menunjukan komitmennya dalam mendorong inovasi dan penelitian nasional. Citra berharap InaRI Expo 2022 bisa menjaring kerja sama natar berbagai pihak baik itu peneliti maupun investor.
Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

Berita Lainnya

Index