Waste to Energy ENVIRO NEWS
Trending

Produsen Didesak Olah Sampah Kemasan

Produsen Didesak Olah Sampah Kemasan
Novrizal Tahar dalam webinar "Tantangan dalam Pengelolaan Dan Pengurangan Sampah Pengemas"
Listrik Indonesia | Persoalan sampah selalu menjadi momok bagi masyarakat perkotaan. Di Jakarta saja, ada 7.700 ton sampah perkotaan per hari yang dikirim langsung ke Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi tanpa melewati proses penyortiran, pemilahan, dan pengolahan. 

Dalam webinar "Tantangan dalam Pengelolaan Dan Pengurangan Sampah Pengemas", Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar menegaskan, persoalan sampah ini akan mengancam peradaban jika tidak dikelola dengan baik. Sampah plastik dan kemasan, ucapnya, mengancam kepunahan, baik habitat biota laut. 

"Pengelolaan sampah itu harus komprehensif karena menyangkut persoalan isu dunia. Juga menyangkut budaya atau culture corporate, produsen dan sebagainya. Sehingga, pengelolaan sampah harus dilakukan dari hulu ke hilir," ujar Novrizal, di Jakarta, Jum'at (16/10).

Dia menjelaskan, Indonesia telah memiliki regulasi yang komprehensif, yakni UU No 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. UU ini sangat melampaui jaman. Dalam UU ini, pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab setiap individu dan pemangku kepentingan lainnya, seperti produsen.

"Pada 2019, kita berhasil menyelesaikan regulasi yang sangat penting, ini Regulasi yang menyentuh pemangku kepentingan di sisi hulu, yaitu produsen. Permen no 75 tahun 2019 tentang peta jalan pengurangan sampah oleh produsen," katanya.

Dengan terbitnya regulasi itu, setiap produsen harus mengolah sampah kemasan yang diproduksinya. Diakuinya, regulasi ini telah diikuti banyak produsen dengan langkah nyata dalam mengurangi sampah yang mereka hasilkan.

"Teman-teman produsen juga sudah punya semangat dan kepedulian yang sangat tinggi yang secara sukarela sudah melakukan upaya pengurangan sampah dengan baik dari produk mereka dan lainnya," imbuhnya. 

Dia mencontohkan, beberapa produsen kemasan telah membuat Indonesia packaging recovery organisation. Ada juga produsen lainnya seperti Nutrifood yang sudah meluncurkan nutricycle. Pengelolaan Sampah dari hulu sampai hilir diyakininya akan menyelesaikan persoalan sampah dengan cepat. (pin)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button