Fossil Fuel ENERGY PRIMER Emission & Carbon ENVIRO NEWS
Trending

Prof. Hefni: Tumpahan Minyak Bersih, Saatnya Teliti Dampak

Prof. Hefni: Tumpahan Minyak Bersih, Saatnya Teliti Dampak
Pembersihan sisa tumpahan minyak di pantai Karawang, Jawa Barat [Foto: liputanindonesianews.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Upaya PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menangani tumpahan minyak di perairan maupun daratan pesisir Karawang, Jawa Barat (Jabar), beransur membuahkan hasil. 

Kemajuan langkah penyelamatan lingkungan itu terungkap dalam paparan hasil kajian evaluasi dampak tahap awal oleh PHE ONWJ dan Tim Kajian Lingkungan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kebun Nanas, Jakarta Pusat, Kamis (29/4/2021).

Salah satu sasaran kajian dalam rangka menentukan area dan komponen lingkungan yang terdampak tumpahan minyak.

Pelaksanaan kajian lingkungan, PHE ONWJ bekerja sama dengan ahli Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dua universitas Karawang --Politeknik Perikanan dan Universitas Singaperbangsa. 

BACA JUGA: PHE ONWJ Jalin Sinergi Dengan Stakeholder Tangani Sisa Ceceran Minyak

Tim ahli ketiga universitas dipimpin Prof. Dr. Ir. Hefni Effendi, M.Phil. dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPLH LPPM) IPB.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Direktorat PPKPL KLHK dan Senior Manager K3LL SKK Migas Kosario M. Kautsar. Tampak pula perwakilan PHE ONWJ, Dinas Lingkungan Hidup Jabar, Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu.

Dalam pertemuan, Prof. Hefni menjelaskan berdasar pantauan di perairan Karawang dengan menggunakan pengukuran data insitu, sudah tidak ditemukan ceceran minyak, di permukaan laut maupun di darat. 

Dia pun mengatakan timnya akan melanjutkan verifikasi lapangan dengan memberangkatkan tim ke Kepulauan Seribu pada Jumat (30/4/2021). Tim mencari tahu lebih lanjut seputar dampak tumpahan terhadap lingkungan dan habitat din dalamnya.

BACA JUGA: KKP Panggil Pertamina Bahas Penyelesaian Tumpahan Minyak di Karawang

"Untuk cek kualitas air dan mangrove. Dilanjutkan di titik Karawang, tepatnya sekitar Pakis Jaya serta Bekasi," lanjut Prof. Hefni. 

Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut KLHK Dida Migfar Ridha, menyampaikan laporan kajian awal dampak lingkungan tersebut harus dibuat secepatnya untuk menentukan tindak lanjut berikutnya.

"Kami berharap menerima laporan di minggu kedua bulan Mei untuk kajian ekosistem terdampak dan pembahasan tindak lanjut pada bulan depan," tegas Dida. 

Kebocoran pipa minyak bawah laut berukuran 16 inci di sekitar area BZZA, yang diperasikan PHE ONWJ, di lepas pantai Karawang terjadi pada Kamis (15/4/2021). (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button