NEWS
Trending

Program BBM Satu Harga: KESDM Ajak Swasta Bangun SPBU di Papua

Program BBM Satu Harga: KESDM Ajak Swasta Bangun SPBU di Papua
Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merancang regulasi dalam bentuk Peraturan Menteri ESDM (Permen ESDM), untuk mendorong pelaku usaha niaga bahan bakar minyak (BBM) membuat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah-daerah pedalaman. Contohnya kabupaten yang berada di pegunungan Papua. Dengan menawarkan margin yang tinggi untuk distribusi BBM ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Direktur Jendral Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, mengatakan margin distribusi untuk penyaluran BBM ke kota-kota besar seperti Jakarta maupun ke daerah di pedalaman sama saja. Seperti di Kabupaten Yahukimo, kurang lebih Rp 300/liter.

"Dalam regulasi yang baru, nantinya, margin penyaluran untuk tiap daerah akan dibedakan. Untuk wilayah-wilayah terisolir, keuntungan yang diberikan lebih besar dibanding penyaluran BBM ke kota-kota besar," kata Wiratmaja di Kantor Kementerian ESDM Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (19/10).

Ia menambahkan, kebijakan ini dibuat untuk mendukung Program BBM Satu Harga yang ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa diwujudkan pada 2017. Lalu akan menarik pengusaha untuk membuat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah terpencil, dan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut dapat memperoleh harga BBM sama seperti di Pulau Jawa.

"Kita sedang siapkan Peraturan Menteri ESDM untuk mengatur itu. Margin distribusi kan sekarang dipukul rata Rp 300/liter di semua daerah. Nantinya akan beda-beda sesuai region," imbuhnya.

Lebih jauh Wirat mengungkapkan, volume penjualan BBM di kota-kota besar sudah tinggi, lebih besar dibanding volume penjualan di daerah-daerah terpencil dan terluar. "Dengan margin tipis saja sudah cukup ekonomis karena volume penjualannya besar, beda dengan daerah terpencil," paparnya.

Dengan demikian margin untuk badan usaha swasta yang mau membangun SPBU di wilayah terpencil harus diperbesar supaya mencapai skala keekonomian yang layak, setara dengan di kota-kota besar.

"Margin distribusi BBM di Papua lebih tinggi dari di Jakarta, sehingga ekonomis. Kalau pun volume penjualan di sana (Papua) kecil, kan margin-nya lebih tinggi dari di Jakarta, jadi tetap ekonomis," tandasnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button