AGENDA NEWS
Trending

PT SMI Memproyeksikan Pembiayaan Tahun 2021 Akan Tumbuh

PT SMI Memproyeksikan Pembiayaan Tahun 2021 Akan Tumbuh

Listrik Indonesia | PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI memproyeksikan outstanding pembiayaan pada tahun 2021 akan tumbuh sebesar Rp105,12 triliun atau 42 persen.

Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Darwin Trisna Djajawinata mengatakan pertumbuhan ini berada di atas kisaran pertumbuhan kredit yang diproyeksikan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan berturut-turut sebesar 9 - 11 persen, 5 - 6 persen, dan 8,24 persen serta lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional yaitu sebesar 5 - 6 persen.

“Kita proyeksikan kinerja tahun 2021 dinilai akan terus tumbuh,” ucapnya dalam media meet up 2020 secara daring di Jakarta, Rabu 30 Desember 2020

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa hingga November 2020, PT SMI mencatat kinerja yang sangat baik dengan total komitmen sebesar Rp106,76 miliar dan outstanding senilai Rp61,94 miliar, dengan nilai proyek yang telah dibiayai sebesar Rp31,98 miliar.

 

"Lebih jauh, pendapatan usaha PT SMI hingga November 2020 tercatat sebesar Rp5,22 triliun dengan laba bersih sejumlah Rp1,93 triliun," katanya.

Dalam rencana tahun mendatang, PT SMI berkomitmen untuk terus menjadi sustainability promotor dengan melanjutkan dukungan dalam melakukan pembangunan proyek-proyek strategis di Indonesia melalui berbagai skema dan inovasi pembiayaan (termasuk diantaranya adalah pembiayaan bagi pembangunan hijau).

 

PT SMI juga akan berupaya untuk terus menjadi ecosystem promotor dengan mendorong keterlibatan para mitra dalam mengimplementasikan skema blended finance melalui platform SDG Indonesia One (SIO) untuk mendukung pencapaian SDG di Indonesia.

Melalui peran yang dijalankan saat ini, semakin mengukuhkan peran PT SMI sebagai bank pembangunan di Indonesia (Development Financial Institution/ Development Bank).

Suntik Dana Tiga BUMN

SMI juga telah melakukan perjanjian pinjaman dana Investasi Pemerintah Pemulihan Ekonomi Nasional ( IP PEN) kepada tiga Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) sebesar Rp 15 triliun hingga November 2020. Rinciannya, nilai investasi IP PEN kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebesar Rp 3,5 triliun, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebanyak Rp 3 triliun, serta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp 8,5 triliun.

Hal ini dikatakan Direktur Pembiayaan dan Investasi Pt SMI Sylvi J Gani dalam kesempatan yang sama. Menurutnya, penyaluran IP PEN kepada tiga BUMN itu dinilai sangat penting. "Di sini PT SMI bertindak sebagai Pelaksana Investasi yang merupakan wakil dari Pemerintah," ujar Sylvi.

Perlu diketahui, SMI mendapatkan perluasan mandat dari Pemerintah Pusat melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2020 tentang penugasan khusus untuk menyalurkan pinjaman ke Pemerintah Daerah (PEN Daerah) dan BUMN (Investasi Pemerintah-IP PEN).

“IP PEN ini merupakan langkah responsif dalam mengatasi dampak Pandemi Covid-19,” tandasnya. (Cr)

 

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button