Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

PTBA & LEN Operasikan Solar PV Rooftop Bandara Soekarno–Hatta

PTBA & LEN Operasikan Solar PV Rooftop Bandara Soekarno–Hatta

Listrik Indonesia | PT Bukit Asam Tbk. Menggandeng PT Surya Energi Indotama (anak usaha PT LEN Industri) membangun panel surya atap (Solar PV Rooftop) di atap gedung Airport Operation Control Centre (AOCC) Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten sebanyak 720 panel surya dengan kapasitas 241 kilo watt peak (kWp).

Pembangkit listrik tenaga surya itu akan mulai beroperasi pada 1 Oktober 2020.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengapresiasi langkah PT Angkasa Pura II dan PT Bukit Asam Tbk. sebagai bagian dari dukungan terhadap program energi bersih yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) sekaligus efisiensi pemakaian listrik.

“Pemasangan PLTS Atap secara masif di berbagai fasilitas publik merupakan aksi konkret dalam merealisasikan gerakan nasional sejuta surya atap. Apa yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura II & PTBA dengan dukungan BUMN lainnya merupakan kolaborasi yang sangat progresif dalam mendukung energi bersih berkelanjutan,” ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (26/9).

Agung menjelaskan PT BA yang awalnya merupakan perusahaan batubara, kini bertransformasi menjadi penyedia energi, dan turut aktif mendukung gerakan energi bersih. “Ini merupakan transformasi di sektor energi yang sangat positif.”

Menurutnya, PLTS Atap juga dapat menghemat tagihan listrik bulanan Bandara Soetta. “Ini juga akan menghemat tagihan listrik, listriknya juga bisa impor-ekspor dengan PLN,” ujarnya.

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi surya secara masif. Hingga semester I/2020 tercatat kapasitas PLTS atap terpasang sekitar 11,5 MW dari 2.346 pelanggan PLN. Pemerintah menargetkan porsi bauran energi terbarukan bisa mencapai 23% pada tahun 2025.

“Untuk mencapai target EBT 23% tahun 2025, berbagai langkah kita lakukan paralel. Termasuk penyempurnaan regulasi terkait harga EBT agar investasinya jadi lebih menarik,” tambah Agung.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan keberadaan PLTS sebagai sumber energi listrik merupakan pintu masuk bagi pemanfaatan EBT berikutnya dalam mengusung konsep Green Airport di Bandara Soekarno-Hatta.

“EBT sudah selayaknya mendapat tempat di sektor kebandarudaraan nasional, dan PT Angkasa Pura II memulai ini di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia. Harapannya, apa yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta ini dapat mendorong bandara-bandara lain juga mengadopsi EBT melalui PLTS,” ungkap Awaluddin.

Pengoperasian PLTS di kawasan Bandara Soekarno-Hatta ini juga sejalan dengan upaya Kementerian BUMN dalam Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Surya di BUMN. “Kami akan membahas mengenai kemungkinan pemanfaatan energi surya di bandara-bandara lain di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II,” kata Awaluddin.

Dalam pemasangan PLTS atap, PTBA menggandeng anak usaha PT LEN Industri, yakni PT Surya Energi Indotama. Pengoperasian PLTS dijalankan oleh PTBA secara langsung.

 

Direktur Utama PT Bukit Asam Arviyan Arivin menambahkan PLTS ini merupakan wujud dan komitmen sinergi BUMN dalam pengembangan EBT. “Kami harap kerja sama dan sinergi seperti ini bisa terus terjalin dan ditingkatkan ke depannya,” kata Arviyan.

Dia menambahkan bahwa PTBA selalu siap bekerja sama untuk mendukung penerapan Green Airport dan mengembangkan PLTS-PLTS di bandara-bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button