Event AGENDA NEWS
Trending

Rakernas I MEBI: Dorong Pemanfaatan Biomassa Hulu-Hilir Demi Ketahanan Energi dan Ekonomi Nasional

Rakernas I MEBI: Dorong Pemanfaatan Biomassa Hulu-Hilir Demi Ketahanan Energi dan Ekonomi Nasional
(Foto: R Akmal/Listrik Indonesia)
Listrik Indonesia | Masyarakat Energi Biomassa Indonesi (MEBI) melaksanakan Rapat Kerja Nasional/Rakernas I, pada Senin (16/11/2020). Dalam rakernas tersebut, MEBI menyampaikan susunan anggota baru, rencana aksi dan strategi untuk memanfaatkan energi Biomassa secara optimal ke depannya.

Dalam Rekernas I turut mengundang para pegiat energi terbarukan, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana, Direktur Megaproyek PT PLN (Perseo).

Ketua Umum MEBI, Djoko Winarno dalam acara menyampaikan,  sesuai visi organisasi di mana menjadi organisasi profesional terdepan dalam pengembangan energi biomassa untuk mendukung ketahanan energi dan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visinya ialah dengan menjalankan strategi yang sudah digagas oleh para pengurus MEBI di anatarnya mengoptimalkan peran organisasi dalam memberikan pertimbangan dan saran kepada pemerintah. Melakukan aliansi dengan lembaga lain dalam upaya pengembangan biomassa. Mengembangkan bio-ekonomi untuk berbagai kebutuhan melalui konsep industri terpadu dan memberdayakan masyarakat.

"Dalam pemanfaatan Biomassa kita juga perlu melakukan riset dan inovasi," ujar Djoko dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan rencana aksi jangka panjang. Pertama, meningkatkan profesionalisme SDM melalui Diklat dan lainnya. Kedua, Konektivitas organisasi energi biomassa dan sistem pendataan digital dari hulu-hilir.

Ketiga, mengoptimalkan penggunaan media komunikasi. Keempat,  meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya produksi di sektor hulu-hilir.

"Saya berharap MEBI bisa lebih mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan membantu pemerintah dalam mengejar target 23 persen di 2025," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Megaproyek PLN, Ikhsan Asaad menjelaskan, untuk bisa mencapai target tersebut memang banyak tantangan. Namun, PLN berusaha untuk mengejar target tersebut.

"Gap-nya tinggi sekali. Ini sangat menantang karena dalam lima tahun ke depan kami harus bangun 16,3 gigawatt (GW). Tahun ini karena Covid-19, proyek EBT banyak yang tertunda penyelesaiannya," ujar Ikhsan.

Untuk mencapai target  tersebut, PLN telah mencanangkan sejumlah inisiatif, salah satunya program green booster. Green booster dilakukan antara lain, melalui co-firing biomassa, program konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). 

Dewan Pakar MEBI, Prof. Ir Armansyah Tambunan menambahkan, saat ini dunia sedang mengalami transisi energi dan posisi Biomassa ialah jembatannya untuk masuk ke energi terbarukan. Jadi keberadaan Biomassa mempunyai peranan penting dalam ketahanan energi. (Cr)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button