NEWS
Trending

Realisasi Proyek 35.000 MW, PLN Diminta Konsisten Pasok Gas

Realisasi Proyek 35.000 MW, PLN Diminta Konsisten Pasok Gas
Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) diminta konsisten dalam memasok gas untuk proyek pembangkit listrik 35.000 Megawatt (MW). PLN dinilai tidak konsisten, khususnya dalam proyek pembangkit berbahan bakar gas atau PLTGU, di mana PLN mengubah syarat tender soal pasokan gas ke pembangkit.

Awalnya, PLN menyerahkan pasokan gas tersebut ke peserta tender. Namun, belakangan diubah dan diambil alih perusahaan pelat merah tersebut. Hal ini terjadi di proyek PLTGU Peaker Jawa-Bali 3 dan PLTGU Peaker Riau. Pembangkit yang masing-masing 500 MW dan 250 MW ini dijadwalkan pengumpulan dokumen lelangnya bulan depan.

“Jika memang PLN ingin mengambil alih tanggung jawab pasokan gas maka PLN harus mengambil tanggung jawab penuh dan konsisten dengan berbagai konsekuensinya,” ungkap pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (22/9).

Ia mengungkapkan, PLN juga tebang pilih dalam pengambilalihan pasokan gas tersebut. Niat baik itu hanya berlaku untuk proyek-proyek besar seperti Jawa-Bali 3 dan Riau serta PLTGU Jawa-1. Sedangkan untuk proyek PLTGU yang berkapasitas lebih kecil, seperti proyek PLTMG Scattered Riau 180 MW dan PLTMG Pontianak berkapasitas 100 MW, PLN seakan lepas tangan.

Namun, hal tersebut tak menjadi masalah apabila PLN menjamin pasokan gas untuk PLTGU. “Sebab, proyek ini bakal berjalan baik dengan pasokan gas yang menjadi tanggungjawab PLN,” terangnya.

Kendati demikian, PLN telah melakukan empat kali penundaan pengumpulan dokumen pada kedua PLTGU tersebut. Menurutnya, BUMN listrik ini seperti kebingungan dan terkesan tidak memiliki konsep serta pemahaman yang memadai terhadap program raksasa yang sedang dijalankannya.

Akibatnya, tender pembangkit jadi tertunda-tunda. Seharusnya, PLN mempunyai komitmen dan fokus pada percepatan pelaksanaan tender-tender pada proyek 35.000 MW dengan tidak menghambat proses tendernya dengan berbagai perubahan klausul yang aneh-aneh. “Solusinya dengan independensi serta persiapan yang matang,” jelasnya.

Apalagi, menurutnya, di dalam tender pembangkit ini, PLN harus membangun kemitraan dengan para pengembang independent power producer (IPP) berskala internasional. Skema proyek seperti apa pun yang dipilih, PLN harus mampu memahami filosofi dan praktek dan etika bisnis yang berlaku dan diakui oleh para pelaku bisnis.

Proyek pembangkit Jawa-Bali 3 dan Riau cukup menjadi incaran. Terlihat dari banyaknya perusahaan yang berminat mengikuti tender di dua pembangkit ini. Untuk PLTGU Peaker Jawa-Bali 3, misalnya, beberapa perusahaan yang berminat menjadi peserta tender di antaranya Medco Power, PT Rukun Raharja Tbk, PT Indonesia Power, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

“Toba Bara, Medco Power, Global Concord Holding Ltd. (GCL-Poly), dan PT Odira Energy Persada menyatakan ketertarikan mengikuti lelang PLTGU Peaker Riau. Bahkan, kabar yang beredar menyebutkan bahwa Pertamina turut ambil bagian dalam kedua tender tersebut,” tandasnya. (GF)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button