NEWS
Trending

Rencana Pemerintah Potong Anggaran PIT, Ini Kata Pakar

Rencana Pemerintah Potong Anggaran PIT, Ini Kata Pakar
Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memotong anggaran sebesar Rp900 miliar. Pemotongan terbesar dilakukan pada Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Ketahanan Energi (EBTKE).

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa mengatakan, pemotongan pada Ditjen EBTKE mencakup tiga kegiatan diantaranya, pemasangan solar rooftop pada bandara, sosialisasi program potong 10 persen, dan Program Indonesia Terang (PIT).

"Pemotongan anggaran yg dilakukan pada proyek energi terbarukan dan konservasi energi menunjukan Menteri ESDM baru tidak berpihak dan abai pada pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi," kata Fabby Tumiwa dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (5/8).

Dikuatirkan, lanjutnya, tindakan ini akan memberikan sinyal negatif kepada pelaku usaha dan investor, serta mitra pembangunan terhadap keseriusan pemerintah mendorong pengembangan energi terbarukan.

Sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN), energi terbarukan diharapkan mencapai 23 persen dari bauran energi nasional pada 2025, dari 5 persen pada saat ini. Untuk mencapai target yang ambisius ini, diperlukan stimulus dana publik dan instrumen kebijakan lainnya untuk menarik investasi. "Pemotongan anggaran sosialisasi PIT, juga dipastikan dapat menghambat implementasi PIT dan menunda pelaksanaaannya," terangnya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM merancang tahap untuk program PIT. Tahap pertama berupa persiapan program, termasuk sosialisasi ke Pemda dilaksanakan hingga akhir 2016. "Tahap persiapan ini sangat krusial untuk mendapatkan dukungan Pemda di enam propinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia Timur, termasuk persiapan lokasi," ungkapnya.

Sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha di daerah yg bisa terlibat dalam program ini.

Pemotongan anggaran untuk PIT juga dapat berdampak pada kinerja KESDM dan menghambat program prioritas Presiden dalam hal meningkatkan akses dan pelayanan listrik.

RPJMN mentargetkan rasio elektrifikasi mencapai 96% pada tahun 2019. Penundaan pelaksanaan PIT akan berdampak pada penyediaan listrik di 12.600 desa yg menjadi sasaran dan setidaknya 2 juta rumah tangga yang belum terlistriki di 6 propinsi Indonesia Timur.

Pemotongan anggaran sosialisasi "Gerakan Potong 10%" dapat menghilangkan momentum penghematan energi yg sedang dibangun oleh KESDM. Sosialisasi yang luas kepada Pemda dapat mendorong penghematan energi pada fasilitas publik, yang dapat berakibat pada penghematan anggaran untuk biaya energi.

Ia menekankan agar Menteri ESDM untuk memberikan arahan yang tegas kepada jajarannya dalam memprioritaskan pengembangan energi terbarukan dan konsevasi energi.

"Menteri ESDM juga diharapakan mendukung implementasi regulasi energi terbarukan, misalnya Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2016, serta insentif untuk energi terbarukan dan konservasi energi," pungkasnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button