Renewable Energy ENERGY PRIMER ENVIRO NEWS
Trending

Rendah Karbon, Tambah Pertumbuhan Ekonomi 0,6 Persen

Rendah Karbon, Tambah Pertumbuhan Ekonomi 0,6 Persen
Ilustrasi: Pembangunan yang berorientasi lingkungan menyumbang pertumbuhan ekonomi [Foto: lcdi.indonesia.id - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pemerintah mendorong pembangunan rendah karbon dalam rangka pemulihan ekonomi pada 2022 dan keberlangsungan kemajuan berkelanjutan.  

Amalia menegaskan kegiatan berbasis rendah karbon atau emisi gas rumah kaca (GRK) memang tidak cuma berkaitan dengan upaya penyelamatan lingkungan, namun juga sumber pertumbuhan ekonomi baru.

BACA JUGA: Uji Coba Pasar Karbon di 80 Pembangkit Listrik

Bappenas, menurut Amalia, tambahan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,6 persen terjadi jika pembangunan rendah emisi karbon dilakukan secara masif. 

“Pembangunan rendah karbon buka cuma bagian green recovery, tapi ekonomi akan menuju kondisi yang lebih baik dan produktif,” kata Amalia dalam acara Musrenbangnas 2021, Selasa, 4 Mei 2021. 

Ditambahkan, pembangunan rendah karbon menjadi basis penting dalam melakukan transformasi ekonomi. Tak hanya itu, komitmen go green mendukung Indonesia keluar dari middle income trap sebelum 2045. 

BACA JUGA: Pemanfaatan EBT, Indonesia Tertinggal Jauh!

Menurut Amalia, rencana kerja pemerintah 2022, program pemulihan ekonomi dan reformasi struktural masih terus didorong dan menjadi fokus pemerintah. 

Pertumbuhan ekonomi pada 2022 ditargetkan mencapai kisaran 5,2 hingga 5,8 persen, lebih tinggi dari target pemerintah tahun ini --diproyeksikan kisaran 5 persen. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button