Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Repotnya Swedia Saat PLTN Masuk Masa Perawatan

Repotnya Swedia Saat PLTN Masuk Masa Perawatan
PLTN Ringhals di wilayah barat data Swedia [Foto: vattenfall.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Jaringan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Swedia memasuki masa perbaikan rutin. Namun, pada musim panas ini, perawatan berkala menjadi "tidak biasa" karena manajemen dipaksa menjaga lampu pelanggan tetap menyala. 

Tantangan semakin berat bagi jajaran Svenska Kraftnat karena utilitas Vattenfall AB hingga EON SE terhenti total setelah beroperasi 20 tahun. Wajar saja menjadi masalah sebab unit ini setengah kekuatan jaringan pembangkit listrik Swedia. 

Svenska Kraftnat adalah operator sistem transmisi listrik di Swedia. Boleh dikatakan sebagai "PLN-nya Swedia". Perusahaan ini berkantor pusat di Sundbyberg, dekat Stockholm. 

Perusahaan plat merah berdiri pada 1992, dengan membagi bekas badan pemerintah Vattenfall menjadi perusahaan pembangkit listrik dan distribusi Vattenfall AB, serta perusahaan transmisi Svenska kraftnat. 

BACA JUGA: Keputusan PLTN Ada Di Tangan Presiden

Untuk kali pertama dalam satu dekade, lansir Bloomberg pada 22 April 2021, ekspor tenaga listrik ke negara tetangga dibatasi dengan alasan pemeliharaan terencana. 

Ratusan tenaga spesialis diterjunkan ke berbagai pelosok negeri guna merampungkan perawatan. Pergantian switchgear hingga intake mussel-filters pendingin pembangkit digelar.

Sepanjang 22 Mei hingga 20 Juni, ketika tiga reaktor offline, Svenska Kraftnat membatasi suplai tenaga listrik ke Norwegia, Denmark, dan Finlandia. Juga transfer internal dari wilayah utara ke Selatan Swedia. 

“Situasi kapasitas menjadi sangat tegang di selatan Swedia selama musim panas,” kata Henrik Svensson, petugas yang menjalankan Uniper SE, pembangkit cadangan berbahan bakar minyak di pantai tenggara. “Kami bahkan mulai menghasilkan lebih banyak tenaga di musim panas daripada selama musim dingin.”

Pembangkit tersebut memiliki kontrak hingga 2025 dengan jaringan untuk menyediakan listrik cadangan dari November hingga Maret. 

BACA JUGA: Angin Segar untuk PLTN di Indonesia

Tahun lalu itu dimulai empat kali pada Mei dan Juni ketika harga melonjak, sebelum manajer jaringan menandatangani kesepakatan baru pada Juli. Tidak ada kesepakatan yang ditandatangani pada musim panas ini.

Menurut Ulf Moberg, direktur Teknis PLTN Svenska Kraftnat, berkurangnya cadangan tenaga listrik memicu harga melonjak di seluruh wilayah Nordik tenggara dan Baltik. Harga listrik rata-rata tahun lalu 64 persen lebih tinggi di selatan daripada di utara.

“Perbedaan harga geografis yang besar adalah konsekuensi sistem yang kehabisan sumber daya," kata Carl Berglof, pakar nuklir dan jaringan listrik di grup industri Swedenergy. "Ketika Anda mematikan reaktor nuklir dan unit produksi lain, itu memiliki konsekuensi."

Untuk mengatasi masalah dalam jangka panjang, pemerintah Swedia pada 14 April lalu mengumumkan penggodokan undang-undang (UU) baru. Tujuannya mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk membangun jaringan distribusi hingga setengahnya dibanding selama ini. 

Meski demikian, menurut pejabat jaringan distribusi tenaga listrik setempat, pembangunan jaringan baru tidaklah cukup mengatasan masalah. Solusi yang dibutuhkan adalah unit pembangkit baru.


Ekspor Listrik Bersih

Konsumsi listrik individu Swedia sangat tinggi rata-rata sekitar 12.600 kWh/tahun per kapita. Kebutuhan ini dipenuhi oleh PLTN, khususnya --42 persen.

Pada 1980, pemerintah memutuskan untuk menghentikan pengoperasian PLTN. Namun pada Juni 2010, Parlemen mencabut kebijakan tersebut. PLTN lalu kembali beroperasi.

BACA JUGA: Kemenkes dan Bapeten: Nuklir Untuk Kesehatan

Output pembangkit listrik tenaga air (PLTA) bergantung curah hujan musiman. Bervariasi dari 79 TWh pada 2000 hingga 62 TWh pada 2018. Total kapasitas pada akhir tahun 2018 adalah 41,2 GWe1. 

Secara hukum, operator jaringan PLTN harus memastikan ada kapasitas cadangan musim dingin sebesar 750 MWe. Sementara sistem transmisi Nordik dan Baltik sudah terkoneksi mantap. 

Swedia mulai menjadi negara pengekspor tenaga listrik bersih pada 2013. Ekspor dimulai sebesar 10 TWh, lalu 15,6 TWh (2014). 22,6 TWh (2015), 11,7 TWh (2016), 19 TWh (2017); dan 17,2 TWh (2018). 

Swedia memiliki tiga PLTN yang beroperasi, dengan total enam reaktor, dan delapan reaktor tambahan dalam berbagai tahap penonaktifan. 

Reaktor dimiliki dan dioperasikan oleh Vattenfall (milik pemerintah), dan utilitas swasta termasuk Uniper SE (sebelumnya E.ON Sweden), dan Fortum Sweden (mayoritas dimiliki oleh pemerintah Finlandia). (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button