Ceremony AGENDA Activity CORPORATION NEWS
Trending

Rugikan Hingga Miliaran, PLN Bentuk Tim Sapu Bersih Layangan Berkawat

Rugikan Hingga Miliaran, PLN Bentuk Tim Sapu Bersih Layangan Berkawat
Permainan layangan berkawat merugikan PLN hingga miliaran rupiah. (foto: net)

Listrik Indonesia | Kegemaran masyarakat Indonesia terhadap permainan layangan berdampak serius untuk sektor ketenagalistrikan. Pasalnya, permainan layanan ini bisa merugikan PT PLN (Persero) hingga miliaran rupiah. Untuk itu, PT PLN Unit Transmisi Jawa Bagian Tengah, membentuk dan mendaklarasikan tim khusus yang dinamai Tim Saberlakat (Sapu Bersih Layangan Berkawat).

“Kerugian kami itu, kalau dikalkulasikan cukup besar, angkanya miliaran dalam sekali gangguan,” ujar General Manager Unit Transmisi Jawa Bagian Tengah PT PLN Sumaryadi saat meresmikan tim Saberlakat, di Garut, Kamis (8/10).

Dalam deklarasi yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, masyarakat diminta untuk tidak lagi bermain layangan di bawah jaringan PLN, terlebih layangan itu menggunakan kawat. Sebab, kata Sumaryadi, setiap kali gangguan akan menyebabkan pembangkit listrik otomatis berhenti beroperasi.

“Dan untuk bisa memulai kembali, mereka butuh energi, namun energinya tidak bisa dijual. Selain itu, kerugian juga terjadi karena ada energi yang tidak bisa tersalur ke masyarakat. Belum lagi masyarakat menstigma PLN tidak melayani dengan baik, itu yang berat,” katanya.

Tahun ini, tegasnya, kasus gangguan jaringan listrik akibat layangan dengan benang kawat meningkat hingga 300 persen dan paling banyak terjadi di Kabupaten Garut.

“Sejak Januari hingga Oktober 2020 ini saja, sudah ada 60 kasus gangguan jaringan listrik akibat layangan dengan benang kawat. Itu meningkat 300 persen (dibanding tahun lalu), baru sampai bulan 10 sudah naik,” ungkapnya.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengungkapkan, pihaknya mengeluarkan Peraturan Daerah terkait larangan bermain layangan menggunakan benang kawat. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Garut gencar menyosialisasikan Perda tersebut dan memberi edukasi dan penertiban ke masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyambut baik dibentuknya tim Saberlakat. Dia berharap, tim ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat  terkait bahayanya bermain layangan dengan benang kawat. Menurutnya, listrik saat ini sangat dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari. Dari mulai kegiatan ekonomi hingga ibadah dan aktivitas sosial lainnya.

“Karena, tidak menutup kemungkinan karena ketidaktahuan masyarakat, itu berbahaya dan punya efeko domino yang sangat hebat. Jika listrik mati, yang disalahkan adalah PLN. Padahal, penyebabnya bukan PLN, namun dari masyarakatnya sendiri. Oleh karena itu, saya berharap masyarakat segera hentikan main layangan pakai kawat di dekat jaringan listrik, karena sangat berbahaya,” tegasnya. (pin)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button