Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

RUU EBT Percepat Investasi Industri Kelistrikan

RUU EBT Percepat Investasi Industri Kelistrikan

Listrik Indonesia | Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tengah disusun pemerintah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan mengakselerasi kebutuhan pengembangan EBT di Indonesia.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, RUU EBT ini sifatnya percepatan, karena harus melipatgandakan realisasinya dan magnitudenya besar. Misalnya untuk listrik, kalau kita mau naik dua kali lipat, berarti harus menaikkan (EBT) sampai 12.000 giga watt dalam lima tahun

Selain meningkatkan koordinasi dan sinergi antar sektor, sambung Dadan, keberadaan aturan EBT diharapkan mampu mempercepat dari sisi proses-proses investasi. "Ini diharapkan ada manfaat secara nasional, baik dari segi EBT maupun ekonominya bisa berjalan," ujarnya dalam siaran pers.

Kementerian ESDM menekankan bahwa EBT harus mampu menciptakan keekonomian yang efisien dengan masuk ke level daya saing yang baik terhadap energi fosil. Salah satu sisi keenomian yang disorot Dadan adalah keberlangsungan korporasi PLN. Ia berharap upaya transisi energi akan memberikan dampak positif bagi finansial PLN.

"Jangan sampai kita terjerembab pada ekonomi cost tinggi, nanti bisa hilang competitiveness. Jadi EBT punya solusi di dua sisi, yakni menyediakan listrik yang lebih baik dan bersih serta menjadi penyedia tenaga kerja yang berkelanjutan," ungkapnya.

Menurut Dadan, EBT bukan hanya memiliki dampak positif terhadap lingkungan, melainkan juga mengikuti tren perekonomian. Negara-negara maju kini ramai-ramai menuju transisi energi, terutama dengan negara-negara tujuan ekspor yang mulai fokus pada sumber jejak karbon sebuah produk.

“Beberapa inovasi teknologi pun tengah digalakkan Kementerian ESDM dalam mempercepat pengembangan EBT,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI komisi VII,MamanAbdurrahman mengatakan DPR masih membahas Rancangan Undang - Undang Energi Baru dan Terbarukan. Menurutnya, Indonesia saat ini sudah semangat menurunkan emisi karbon. Tapi jangan sampai penurunan emisi karbon ini menjadi tidak ekonomis terkait penggunaan energi fosil.

"Jangan nanti sumber energi yang sudah bagus kita singkirkan. Perangkat RUU ini diharapkan bisa menggapai semua sektor hingga ketemu titik ekuilibrium dengan urusan keekonomian. Juga pemangkasan birokrasi, ini yang jadi concern kami di DPR," kata Maman.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button