Trending

Kompetisi GGITC

Kompetisi  GGITC
Acara dimulai dengan bincang-bincang ringan mengenai kerjasama sinergis antara pemerintah dengan pelaku bisnis dalam menanggapi isu ke-langkaan energi yang semakin krusial, oleh Riyanto Mashan selaku Country President Schneider Electric Indonesia dengan Maritje Hutapea selaku Direktur Konsrvasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM. 
Kedua belah pihak memiliki visi dan misi yang sama dalam melibatkan peran aktif generasi muda untuk memberikan ide-ide cerdas dan cemerlang dalam menanggapi isu kelangkaan energi melalui penyelenggaraan kompetisi Go Green in the City 2014 ini.
 Diskusi semakin menarik ketika pemutaran video mengenai pengalaman para peserta dari Indonesia yang sebelumnya memenangkan kompetisi Go Green in the City East Asia 2013 (regional) dan resmi mewakili Indonesia di final Go Green in the City 2013 (global). Riyanto Mashan yang juga bertindak sebagai juri Go Green in the City 2013 tingkat nasional dan regional optimis bahwa gene-rasi Indonesia sangat cemerlang melalui ide-ide yang dipresentasikan, sebab tidak hanya menarik dari segi konservasi energi tetapi juga memiliki dampak kemanusiaan yang luas. Lalu, Ahmad Faisal dan Ria Sasmita Utami selaku pemenang yang kini aktif bergabung sebagai Management Trainee (MT) di Schneider Electric Indonesia berbagi cerita mengenai pengalaman mereka selama menjalani tahap kompetisi.
Menurur Rityanto Mashan,GGITC adalah kompetisi yang telah  berhasil mengharumkan nama bangsa. Para pelaksana GGITC 2013 lalu, tim Indonesia yang berasal dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya telah terpilih sebagai pemenang ke tiga di East Asia Go Green in the City 2013; yaitu tahap final tingkat regional kompetisi GGITC. Mereka telah berkompetisi dengan sejumlah Negara Asia timur lainnya seperti Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam, dan berhasil memukau dewan juri dengan program mereka yang berjudul Floating Clinic atau Puskemas Apung. Program ini adalah ide orsinil yang mengetengahkan solusi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil, dengan manajemen energi yang lebih baik, yaitu dengan menggunakan tenaga surya.
Setelah menang di tingkat regional, bulan Juli 2013 lalu mereka diberangkatkan ke Paris untuk bertanding dalam tahap final di tingkat global. Di sana mereka berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan para pelajar dari berbagai belahan dunia, sebuah penga-laman yang memberikan inspirasi bahwa peluang menciptakan energy hijau, khususnya untuk diterapkan di perkotaan ternyata sangat luas.
“ Berangkat dari pencapaian ini, kami ingin memastikan bahwa pelaksa-
naan GGITC di Indonesia selanjutnya akan mencapai kesuksesan yang lebih tinggi lagi. Untuk itu, dalam GGITC kami bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) untuk bertukar pengetahuan  dan pengalaman mengenai solusi manajemen energi secara lebih luas,”papar Riyanto.
Direktur Energi Baru Terbarukan, Maritje Hutapea menambahkan Kementerian ESDM sangat mendukung kegiatan ini, karena kompetisi GGITC memiliki visi dan misi yang sejalan dalam hal menciptakan inovasi dan gerakan menuju manajemen energi yang cerdas dan berkelanjutan yang dalam hal ini turut merangkul minat dan kontribusi dari generasi muda,” tambah Maritje
Untuk mendorong pengetahuan dan minat terhadap pelaksanaan GGITC 2014, Schneider Electric Indonesia akan melakukan rangkaian road show ke beberapa universitas terbuka.
“Kami percaya bahwa tahun depan tim Indonesia akan mampu memberikan ide dan kontribusi yang lebih cemerlang dalam menciptakan solusi energi hijau di perkotaan,”tutup Riyanto.

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button