CORPORATION NEWS
Trending

Samindo Resources Targetkan Kenaikan Overbuden Removal Tahun Ini

Samindo Resources Targetkan Kenaikan Overbuden Removal Tahun Ini

Listrik Indonesia | PT Samindo Resources Tbk (MYOH) merencanakan meningkatkan volume pemindahan batuan penutup (overburden removal), seiring klien utamanya PT Kideco Jaya Agung juga meningkatkan produksi tambang batu baranya.

Sebelumnya, volume overburden removal MYOH pada tahun ini dicanangkan sebesar 36,4 juta ton. Sementara itu, produksi batu bara diproyeksikan 10,2 juta ton, pengangkutan batu bara 27,7 ton, dan pemboran eksplorasi 29.500 meter.

Dipaparkan oleh Direktur MYOH, Gilbert Markus Nisahpih mengungkapkan, klien MYOH saat ini, PT Kideco Jaya Agung, berkemungkinan mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) untuk meningkatkan produksi batu bara.

Dengan begitu, MYOH berpeluang diminta melakukan pengupasan lapisan tanah hingga di atas 40 juta bank cubic meter (bcm) pada tahun ini.

“Ini belum resmi, Cuma kami diberi tahu untuk siap-siap ada kenaikan produksi sehingga (overburden removal) tahun ini kemungkinan kami di atas 40 juta (bcm),” ujar Gilbert dalam acara paparan publik di Jakarta, Jumat (28/5).

Kideco Jaya Agung sendiri melakukan kontrak kerja sama dengan Samindo Resources hingga 2023 mendatang. Di samping itu, MYOH mengaku belum memiliki rencana ekspansi menambah alat berat. Perusahaan yang berdiri pada 15 Maret 2020 ini telah memiliki excavator sebanyak 18 unit, dozer 33 unit, dump truck 143 unit, serta hauling truck 108 unit. Dengan kapasitas armada yang dimiliki, MYOH mengklaim mampu melakukan pemindahan batuan penutup hingga sekitar 56 juta bcm.

“Kita belum ada rencana penambahan alat, saat ini kapasitas alat berat MYOH masih mampu melayani permintaan untuk pemindahan batuan penutup tambahan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan Ahmad Zaki mengatakan, pihaknya masih ingin mengkaji perkembangan harga dan industri batu bara ke depan, sebab perkembangannya akan memengaruhi usaha jasa pertambangan perusahaan. Ia juga membeberkan, Samindo Resources juga tertarik pada sektor tambang nikel yang saat ini sedang booming dibicarakan.

“Jadi kami masih mau melihat apakah harga batu bara akan terus tinggi sampai akhir tahun, karena kita khawatirnya kalau di tengah-tengah turun lagi drop lagi, otomatis permintaan dari perusahaan-perusahaan batu bara ke perusahaan jasa pertambangan turun juga. Sembari kita mencari calon mitra baru ada beberapa perusahaan tambang yang sedang dijajaki,” imbuh Ahmad Zaki usai acara.

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button