NEWS
Trending

Santri Kampung Ini Cetuskan Ide Pembangkit Listrik Berbasis Gravitasi

Santri Kampung Ini Cetuskan Ide Pembangkit Listrik Berbasis Gravitasi
Santri MA Persis Sindangkasih Kabupaten Ciamis berhasil masuk final lomba karya tulis dengan tema Pembangkit Listrik Berbasis Gravitasi Bumi Sebagai Sumber Energi Terbarukan. (foto: net)
Listrik Indonesia | Karya Tulis berjudul Pembangkit Listrik Berbasis Gravitasi Bumi Sebagai Sumber Energi Terbarukan berhasil masuk final lomba karya tulis di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung. Karya tulis ini dibuat oleh santri kampung yang mengenyam pendidikan di MA Persis Sindangkasih, Ciamis.

Menurut Kepala Sekolah MA Persis Sindangkasih Kabupaten Ciamis Parid Wadji, ada dua santri yang membuat karya tulis itu. Mereka adalah Bagja Hanifa Hilmana dan Sabrina Mufidatul Ummah yang masih duduk di kelas XII IPA. Diakuinya, karya kedua santri ini telah masuk finalis Lomba Karya Tulis 2020 di UNPAD dengan tema Pembangkit Listrik Berbasis Gravitasi Bumi Sebagai Sumber Energi Terbarukan.

“Dengan nama Tim Alkwarizmi, alhamdulillah mereka berdua bisa masuk finalis Lomba Karya Tulis (LKTI) Futura 2020 yang diselenggarakan oleh UNPAD. Mereka mengambil tema/judul tentang  Pembangkit Listrik Berbasis Gravitasi Bumi Sebagai Sumber Energi Terbarukan,” ujar Parid, di Ciamis, kemarin.

Dia berharap, ide tersebut bisa direalisasikan untuk proyek awal pengembangan energi berbasis pesantren. Terlebih, katanya, Indonesia merupakan kawasan yang kaya akan energi terbarukan.  
“Mudah-mudahan ide ini menjadi awal proyek ke depan dalam hal energi terbarukan dan mendorong para santri agar menjadi umat yang mampu berbuat banyak untuk memakmurkan alam raya ini sebagai tugas penghambaan kita kepada Allah Swt,” katanya.

Ide energi alternatif yang mudah didapat dengan harga murah ini, ucapnya, diharapkan bisa direalisasikan ke depannya. Dia mengaku akan terus membimbing para santri untuk terus meriset dan mengembangkan energi baru terbarukan itu.

Salah satu santri yang dibimbingnya, Bagja Hanifa Hilmana mengatakan, ide karya tulis yang menyorot energi itu didasari atas besarnya kebutuhan masyarakat terhadap energi. Energi yang banyak digunakan sampai saat ini berasal dari bahan bakar fosil, akan tetapi penggunaan bahan bakar fosil dapat berdampak buruk bagi keseimbangan lingkungan serta memiliki keterbatasan penggunaan di masa yang akan datang. 

“Melihat hal ini kami berinovasi untuk memanfaatkan gaya gravitasi bumi sebagai sumber energi terbarukan, gravitasi bumi itu memiliki kelebihan di antaranya, skema dan operasional yang sederhana serta tidak terpengaruh oleh kondisi alam,” katanya.

Dalam pengujian ini, jelasnya, energi yang akan dihasilkan adalah energi listrik. Untuk metode perancangannya yaitu dengan menyesuaikan keadaan kondisi keseimbangan masa benda sehingga mengakibatkan perputaran poros dan dapat dijadikan daya mekanik untuk memutar generator. 

“Ini pun merupakan bentuk sumbangsih ide pemikiran dari kami guna kebermaslahatan, terlebih bila proyek ini ditinjau dan dikembangkan oleh pemerintah dalam skala yang lebih besar,” imbuhnya. (pin)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button