NEWS
Trending

Selain BBM, Pertamina Siap Bertransformasi Menuju Baterai Listrik

Selain BBM, Pertamina Siap Bertransformasi Menuju Baterai Listrik
Pertamina dan UNS Ciptakan Baterai berkekuatan 100 km (Foto: Istimewa)

Listrik Indonesia | PT Pertamina (Persero) segera memproduksi baterai kendaraan listrik seiring dengan tren perkembangan kendaraan berbahan bakar listrik.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa Pertamina akan menjadi perusahaan BUMN energi yang memproduksi baterai untuk keperluan kendaraan listrik.

"Pertamina ke depan akan menjadi perusahaan BUMN yang akan memproduksi baterai kendaraan listrik," ujarnya dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (29/8).

Menurutnya, Pertamina akan bertransformasi dari hanya penjual bahan bakar minyak (BBM) menjadi perusahaan BUMN yang juga menyiapkan baterai listrik sebagai energi bersih.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden tentang Program Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik Baterai di Jalan Raya sejak setahun lalu. Namun, populasi kendaraan berbasis setrum masih sangat minim. Sebagian pemain masih ancang-ancang, dan lainnya masih tahap pemanasan.

Program Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik Baterai dituangkan dalam Perpres No. 54 Tahun 2019, yang diundangkan pada 12 Agustus 2019. Perpres ini menjadi payung regulasi yang diharapkan, tidak hanya untuk menggerakkan kembali gagasan kendaraan listrik, tetapi juga mempercepat implementasinya.

Di dalamnya telah mencakup beragam insentif bagi semua stakeholder, mulai investor, pabrikan, distributor, hingga konsumen. Namun demikian, meski telah setahun lebih prepres itu diterbitkan, populasi kendaraan listrik masih teramat minim.

Arya menjelaskan saat ini Pertamina sedang diminta untuk menghitung sampai berapa lama energi fosil tetap dipergunakan.

Stafsus BUMN itu menyampaikan, akan ada titik tertentu nanti Indonesia akan masuk ke energi baterai. Dalam konsep baterai untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) ini, Menteri BUMN Erick Thohir sedang bernegosiasi dengan produsen baterai kendaraan listrik dari Korea Selatan dan China.

Kementerian BUMN, kata Arya, nantinya juga akan menjajaki atau melakukan pendekatan dengan produsen baterai mobil listrik internasional, yakni Tesla.

Selain itu terkait dengan PLN, nantinya perusahaan listrik pelat merah tersebut akan berperan sebagai pemasok listriknya. "Ini yang kita melihat jadi rencana atau planning kita ke depan," ujar Arya Sinulingga.

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button