AGENDA Renewable Energy ENERGY PRIMER MEGA PROJECT NEWS
Trending

Selain Pembangkit Gas, Geothermal Jadi Andalan Bisnis Pertamina

Selain Pembangkit Gas, Geothermal Jadi Andalan Bisnis Pertamina

Listrik Indonesia | PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Power Indonesia (PPI) tengah mengembangkan bisnis di sektor energi terbarukan. Di industri ketenagalistrikan selain pembangkit gas yang merupakan salah satu inti bisnisnya, pembangkit geothermal/panas bumi juga menjadi andalan yang nantinya dapat mendongkrak kinerja keuangan perusahaan.

Dikatakan oleh Ernie D Ginting, Director of Strategic Planning & Business Development Pertamina Power Indonesia. Di mana PPI bertugas untuk menangani bisnis industri ketenagalistrikan. Mengikuti perkembangan zaman, PPI sudah memulai bisnis energi terbarukan. Selain gas dan energi terbarukan lainnya, katanya, industri geothermal dinilai sangat menjanjikan untuk dikembangkan.

“Pertamina merupakan Pionir dalam pengembangan energi panas bumi. Jadi ke depan bukan tidak mungkin Pertamina punya banyak WKP (Wilayah Kerja Produksi) panas bumi untuk dikembangkan,” ujarnya dalam acara Pertamina Energy Webinar 2020. Selasa, (8/12/2020).

Kendati demikian dalam mengembangkan bisnis energi terbarukan menuai sejumlah tantangan antara lain sebutnya, beberapa WKP geothermal milik PPI belum sampai tahap on stream karena PPA-nya (Power Puchase Agreement) belum menemukan nilai kesepakatan. Kemudian, persoalan lahan WKP di mana belum ditunjang dengan infrastruktur yang baik.

“WKP geothermal biasanya berada di remote area akses menuju ke sana menjadi kendala karena belum ditunjang dengan infrastruktur yang baik. Sehingga bisa menghambat pengembangan WKP dan ini harus jadi perhatian bersama,” terangnya.

Perlu diketahui, pada tahun 2020, sektor geothermal yang dijalankan oleh PPI melalui Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan realisasi rencana kerja investasi dapat mencapai sekitar US$60 juta. Dan Pertamina mengalokasikan dana investasi senilai total sekitar US$2,68 miliar sampai dengan tahun 2026 untuk mencapai installed capacity (kapasitas terpasang PLTP) sebesar 1.112 MW pada 2026.

Sebelumnya pada Februari 2020, Pertamina berhasil mengoperasikan PLTP Lumut Balai Unit 1 (55 MW), sehingga total kapasitas terpasang menjadi 672 MW saat ini. (Cr)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button