NEWS
Trending

Sempat Tersendat Masalah RTRW, Pembangunan PLTU Cirebon Unit II Dikebut

Sempat Tersendat Masalah RTRW, Pembangunan PLTU Cirebon Unit II Dikebut
Foto: R. Akmal/Listrik Indonesia
Listrik Indonesia | President Direktur Cirebon Power, Heru Dewanto mengungkapkan, pihaknya akan melanjutkan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon Unit II berkapasitas 1x1.000 Megawatt (MW).

"Pembangunannya (PLTU) sempat terhenti, akibat adanya penolakan dari sekelompok orang," jelas Heru saat konferensi pers di Batik Kuring, Jakarta (04/05).

Ia menambahkan, setelah terhambat masalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan perizinan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada 2 Mei 2018 lalu, akhirnya proyek pembangkit tersebut dilanjutkan, setelah mendapat izin lingkungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Majelis Hakim menilai bahwa lokasi pembangunan PLTU tersebut masuk dalam wilayah proyek strategis nasional yang telah diatur dalam PP Nomor 13 Tahun 2017, tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2OO8 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

Heru mengatakan, tahun 2022 mendatang PLTU Unit II 1.000 MW ini sudah mulai beroperasi/COD (Commercial Operation Date).

"Pembangunannya memakan waktu kurang lebih sekitar 51 bulan terhitung 9 November 2017 sejak dilakukannya penandatanganan Financial Close," ungkapnya.

Pembangunan PLTU Unit II ini, lanjut Heru, menggunakan teknologi Ultra Super Critical, yang mana teknologi seperti ini sangat ramah terhadap lingkungan. Sementara PLTU Unit I kapasitas 600 MW menggunakan teknologi Super Critical, yang mana teknologi seperti ini telah terinstal di dua pembangkit di Indonesia (PLTU Cirebon Unit I dan PLTU Paiton).

Sekadar informasi, PLTU Cirebon Unit II kapasitas 1.000 MW ini merupakan bagian dari program infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW.

Nilai investasi yang terkadung dalam proyek tersebut mencapai US$1,74 miliar atau sekitar Rp 23 triliun, yang didapat dari loan (Japan Bank for International Coorporation/JIBC; Korean Eximbank /KEXIM; dan Nippon Export and Investment Insurance /NEXI).

Ia menyebut, sebelumnya juga telah dilakukan Perjanjian Jual Beli Tenaga LIstrik/PJBTL (Power Purchase Agreement/PPA) Ekspansi Cirebon Power yakni pada 23 Oktober 2015 antara PLN dan Cirebon Power sebagai pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

Pekerjaan konstruksi PLTU ini sebenarnya telah dimulai sejak 31 Maret 2016, dengan penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK) Terbatas kepada Kontraktor EPC yang dipimpin oleh HDEC (Hyundai Engineering Corporation). (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button