NEWS
Trending

Sepak Terjang PAL Indonesia Di Sektor Ketenagalistrikan

Sepak Terjang PAL Indonesia Di Sektor Ketenagalistrikan

Listrik Indonesia | PT PAL Indonesia (Persero) BUMN yang terkenal dengan pembuatan Kapal Laut ini, ternyata sejak lama telah menggeluti bisnis energI khususnya infrastruktur ketenagalistrikan.

Dimulai tahun 1987 atau tepatnya 33 tahun PAL Indonesia hingga saat ini telah mengerjakan berbagai proyek ketenagalistrikan baik dalam maupun luar negeri. Adapun proyek yang telah dilakukan antara lain, Manufacturing Balance of Plant Coal Fire Power Plant Suralaya Unit 3 & 4 2x400 MW, Manufacturing Balance of Plant and ST/GT Gresik dan Combine Cycle Power Plant 3x500 MW, Manufacturing Exhaust Casing ST Combined Cycle Power Plant 400 MW Tenaska Pakistan General Electric, Barge Mounted Power Plant (1x30 MW) PT PLN.

Selain itu, Assembly Steam Turbine Tanjung Priok, PT Indonesia Power (2X50MW), Manufacturing Balance of Coal Fired Power Plant Suralaya Unit 5,6,7 (3x600MW) PT Indonesia Power, Manufacturing Exhaust Casing ST Fired Power Plant 600MW Turkey Mitsubishi Heavy Industry& &Coal Fired. Power Plant 400MW-Thailand General Electric, Manufacturing 90 Units Stator Frame 300 to 700MW General Electric.

Selanjutnya, Manufacturing 10 Units Stator Frame 300 to 600 MW Harbine Turbine-China, Manufacturing Condenser Coal Fired Power Plant 600MW Tachibana Wan&Hirono - Japan Mitsubishi Heavy Industry, Manufacturing Accessories GT Package Module (2x20MW) PIM II Aceh Indonesia PT Kwartadaya Dirganusa, Manufacturing Balance of Plant Coal Fired Power Plant 600MWEL Tebbin- Egypt Alstom Power System.
Manufacturing LP & HP Casing Turbine 1000 MW Nuclear Power Plant Flamanville – France Alstom Power System, Retubing HP Feed Water Heater 6 unit 5 Suralaya 600 MW (Ex Unit 1) PT Indonesia Power, Retubing HP Heater 7 Unit 6 Suralaya 600 MW (Ex Unit 2) PT Indonesia Power.

Kemudian, Reverse Engineering & Manufacturing: (HPH No.1 & No.2, unit 1 PLTU Labuan (2x300 MW) and No.2 unit 2 PLTU Pelabuhan Ratu (2X350 MW) HE C3W No.2 Unit 1 PLTU Lontar (2x315 MW) PT Indonesla Power, dan Power); dan Failure Root Cause Analysis & Retubing Condenser, PLTU Suralaya Unit 8 (1x625 MW) PT Indonesia Power.

Kiprahnya tak hanya itu, PT PAL Indonesia sedang menggarap pembangkit listrik terapung atau yang dikenal BMPP Dual Fuel Engine pesanan PT Indonesia Power. Nantinya pembangkit terapung ini di tempatkan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar ) sebagai bagian dari inovasi besar bidang engineering dan proses manufaktur.

PAL Indonesia terus berkomitmen mendukung sektor ketenagalistrikan yang telah tertuang dalam perencanaan program kerja jangka menengah dan panjang perseroan. (CR)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button