NEWS
Trending

SESM & GBS Kerjasama Bangun PLTS 10.5 MW

SESM & GBS Kerjasama Bangun PLTS 10.5 MW

Listrik Indonesia | Sebagai komitmen pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), PT Sumber Energi Sukses Makmur  (PT SESM) melakukan kerjasama business to busines (b to b) dengan PT Golden Blossom Sumatera (PT GBS)  untuk menyediakan PLTS Musi Green Hybrid berkapasitas 10,5 megawatt (MW) pada perkebunan sawit di Sumatera Selatan. Penandatanganan kerjasama tersebut diwakili Zulfian Mirza, Direktur Utama PT SESM, dan Fransiscus Edwin Rosario, Direktur PT GBS, di  Lt 18 Gedung WTC 1, Jakarta.  

Direktur Utama PT SESM, Zulfian Mirza, mengatakan, penyediaan PLTS berkapasitas 10,5 MW tersebut, merupakan bagian awal dari rencana pembangunan PLTS pada perkebunan sawit milik PT GBS berkapasitas total 20 MW.

“Ini sudah lama kita jajaki, hampir satu setahun.  Mereka punya plan itu sekitar 20 MW. Startingnya sekitar 8 bulan ke depan setelah Juli 2020 (mulai instalasi). Setelah mesin plantation mereka yang kedua datang, mereka akan sambung 10 MW lagi, sehingga totalnya 20 MW. Per 1 MW  itu carbon  saving-nya sekitar 0,9 ton, jadi 10 MW ini sekitar 9 ton carbon saving-nya,” tandas Zulfian.

Zulfian mengatakan, kerjasama PT SESM dengan PT GBS ini merupakan kerjasama kedua pembangunan PLTS, setelah sebelumnya perusahaan tersebut membangun PLTS Atap mini berkapasitas 10 kWp (kilowatt peak) di Gedung Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2019 lalu.

Sementara, M. Hamza Rasyidi, Direktur IPP PT SESM, mengatakan, biaya investasi pembangunan PLTS Musi Green Hybrid berkapasitas 10,5 MW tersebut sekitar 18 juta-20 juta dolar AS. Dia mengatakan, sumber pembiayaan investasi PLTS ini diupayakan murni dari dalam negeri dan sebagiannya akan berasal dari dana internal PT SESM.

“Kami pakai energy storage system (ESS), dan ini sudah teknologi generasi ketiga. PLTS ini full independent (off grid), untuk memenuhi kebutuhan produksi di perkebunan sawit PT GBS. Sebelumnya menggunakan pembangkit berbahan bakar diesel. Nanti kalau sudah beroperasi, yang utama akan memakai PLTS. Diesel tetap dipakai tetapi bukan yang utama. ESS ini lebih murah sekitar 13% dibanding pembangkit diesel,” tandas Hamza.

Tahun ini, PT SESM menargetkan akan membangun PLTS berkapasitas total 100 MW. Beberapa proyek yang ditargetkan bisa untuk mendukung pencapaian target tersebut diantaranya PLTS Apung di Danau Toba (40 MW), galangan (5 MW), PLTS Atap di gedung-gedung kerjasama dengan Pemda (20 MW), 15 MW dari eks lahan tambang dan sebarannya beragam. (AB)

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button