NEWS
Trending

Siemens Dukung Era Digitalisasi

Siemens Dukung Era Digitalisasi
Listrik Indonesia | Era digitalisasi akan segera membawa perubahan luar biasa di seluruh belahan dunia, untuk di Indonesia sendiri, peran digitalisasi telah dimulai dari bisnis e-commerce ke e-governance, dari industri perbankan hingga industri manufaktur perlahan mulai merambah masuk ke digitalisasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, untuk mengelola negara dengan 252 juta penduduk, yang tersebar di 17 ribu pulau ini, maka digitalisasi adalah sebuah keniscayaan.

Jokowi mengungkapkan sejumlah kebijakan telah diambil pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di
Asia Tenggara, dengan target US$ 130 miliar pada 2020 mendatang.

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan digitalisasi di dunia, PT Siemens telah mengembangkan sektor ini. Di sektor pembangkit listrik, analisis data cerdas dan pemrosesan data yang cepat dan aman adalah kunci untuk membuat pembangkit listrik dan keseluruhan sistem energi berjalan sesuai untuk kebutuhan di masa depan.

Siemens menghadirkan inovasi terbaru yang dikenal dengan sebutan Additive Manufacturing dengan 3D printing, inovasi ini memberikan peluang yang besar untuk berbagai peralatan bisnis baru serta layanan Turbomachinery. Tahun lalu, Siemens membuka workshop terbaru untuk Additive Manufacturing di Finspang, Swedia. Investasi ini menandakan kesiapan Siemens untuk mendukung digitalisasi, khususnya di sektor industri manufaktur.

Additive manufacturing merupakan proses pembuatan beragam komponen kelistrikan yang dirancang secara digital. Semua tahapan produksi ini dilakukan secara digital, mulai dari tahapan perancangan hingga mencetaknya dengan bantuan sinar laser. Teknologi ini diyakini mampu menghemat waktu pembuatan komponen kelistrikan, jika menggunakan cara tradisional beberapa komponen membutuhkan waktu produksi hingga lebih dari 4 minggu, sedangkan dengan teknologi ini proses produksi menjadi kurang dari satu minggu dengan waktu produksi selama 24 jam penuh setiap harinya.

Menurut CEO Distributed Generation and Oil & Gas Power Generation Services - Siemens Finspang, Thorbjoern Fors mengungkapkan, Additive Manufacturing sangat efisien dalam membantu memangkas waktu kerja dalam memproduksi sebuah turbin.

"Selain menghemat material dan tahapan pembuatan komponen, juga mempermudah untuk menyesuaikan permintaan konsumen yang membutuhkan turbin dengan bentuk yang berbeda," terangnya melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi listrikindonesia.com, (07/11).

Ia mengatakan, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi untuk Indonesia dalam penandatanganan kerjasama antara Siemens AG dan PT PLN (Persero) pada April 2016 lalu. "Siemens bersama dengan PLN akan membangun Mobile Power Plant (MPP) yang tersebar di 12 lokasi di Indonesia berkapasitas 500 Megawatt (MW)," jelas Thorbjoern Fors.

Pembangunan MPP ini bertujuan untuk menyuplai pasokan listrik yang andal untuk daerah terpencil di Indonesia, serta berkontribusi untuk pembangunan kapasitas nasional Indonesia.

"Proses pembuatan dan pengemasan Turbin Gas dan Generator untuk mendukung proyek ini sepenuhnya akan dibuat di Indonesia, serta memberikan pelatihan dan pendidikan bagi orang Indonesia," imbuhnya.

Lebih jauh Thorbjoern Fors mengatakan, Siemens terus berkomitmen untuk mentransfer pengetahuan, yang juga telah dilakukan kepada beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. "Lima (5) orang tenaga kerja PT PAL Indonesia telah diberikan pelatihan intensif di Pabrik Siemens Industrial," tandasnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button