NEWS
Trending

Soal 34 Proyek yang Macet, Ini Kata PLN

Soal 34 Proyek yang Macet, Ini Kata PLN
Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) menyatakan sedikitnya ada 34 proyek pembangkit listrik yang terkendala atau macet. Proyek tersebut di luar program 35.000 Megawatt (MW).

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka menerangkan, ada 34 proyek pembangkit yang terkendala, ini di luar program 35 ribu MW. Proyek ini dimulai sebelum 2010 sampai 2012 silam.

"Ini proyek kecil-kecil, sebagian besar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Kapasitasnya rata-rata di bawah 20 MW, di bawah 100 MW dan ada satu 50 MW. Total kapasitas dari 34 proyek tersebut 633,5 MW, dengan total rencana investasi mencapai Rp 11,3 triliun," kata Made saat ditemui di Kantor PLN Pusat Jakarta Selatan, Kamis sore (10/11).

Ia mengatakan, dari 34 pembangkit, 23 diantaranya akan dilanjutkan, 12 sedang dalam perjalanan, 10 pembangkit belum ketemu way out-nya, entah itu PLN yang garap atau cari partner lain. Sedangkan pembangkit sisanya 11 atau 12 ini akan dideterminasi apakah benar-benar akan dihentikan.

"Ada empat di Sumatra, tiga di Kalimantan, tiga Sulawesi dan Nusa Tenggara, serta dua di Papua dan Maluku," lanjutnya.

Ia menambahkan, kurang lebih 11 pembangkit tersebut project cost-nya sekitar Rp 2,3 triliun. Pihaknya belum keluar uang, meskipun keluar, hanya sedikit.

"Di Sumatera progresnya masih nol, soalnya persoalan izin pemda (Pemerintah Daerah) belum keluar. Ada yang tidak cocok dengan tanahnya karena bergambut. Kalau boleh tahu itu duit keluar untuk izin-izinnya aja. Itu untuk Independent Powe Producer (IPP) dan Engineering, Procurement and Contractor (EPC)," lanjutnya.

Di Kalimantan ada 3 pembangkit,  satu progresnya masin nol, satu baru berjalan 10%, dan ada yang besar satu prograsnya mencapai 79% ini kontraktornya tidak mampu melanjutkan. Di Sulawesi progresnya paling tinggi mencapai 24%, selebihnya ada yang 1% dan ada yang 4%.

"Rata-rata progress report-nya di bawah 50%, untuk seluruh 34 proyek tesebut. Ini saya peru luruskan agar kerugian negara belum ada project cost, masih dalam bentuk capital expenditure," bebernya.

Semua pembangkit yang 34 ini dibangun sebelum program 35 ribu MW dicanangkan. Kita pun melanjutkannya, karena ini bagian untuk elektrifikasi daerah yang remote (terpencil). Di Sumatera di Tembilahan, Kuala Tungkal, Kalimantan Buntok, Kota Baru, Sampit, dan daerah cukup ke tengah.

Dilimpahkan ke KPK
Ini sudah diverifikasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ini masuk ke 34 pembangkit yang tertunda. "Tinggal nanti silakan seberapa jauh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapinya. Apakah ada kecurangan atau tidak dan melawan hukum atau nggak," paparnya.

Lebih jauh Made mengatakan, pihaknya merasa ini adalah wanprestasi. Rata-rata proyek yang macet ini pengembangnya sebagian besar dari kontraktor lokal. (GF)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button