CORPORATION Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Soal Holding BUMN Panas Bumi, PGE  Berpeluang Jadi Induk Usaha

Soal Holding BUMN Panas Bumi, PGE  Berpeluang Jadi Induk Usaha
Dok Pertamina

Listrik Indonesia | Soal wacana  penggabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang panas bumi (geothermal) kembali mencuat, meski rencana ini mulai dicetuskan sejak 2016 silam, namun hingga kini rencana tersebut belum juga terwujud.

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT PLN Gas & Geothermal, dan PT Geo Dipa Energi (Persero) merupakan BUMN yang bergerak dibidang pengembangan energi panas bumi. masing-masing perusahaan memiliki portofolio kinerja yang amat luar biasa dalam pengembangan panas bumi nasional. Apabila ketiga BUMN tersebut bergabung, siapa yang bakal menjadi induk usaha ?

Pengamat Ekonomi Energi Univesitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi mengatakan, diantara energi baru terbarukan (EBT) yang di Indonesia panas bumi yang memiliki potensi paling besar. Namun, hingga kini pemanfaatanya masih kecil. Dengan dibentuknya holding BUMN panas bumi akan menjadi faktor yang yang mempercepat dan memperbesar pemanfaatan panas bumi di Indonesia.

“Kalau adanya holding BUMN panas bumi bisa membawa dampak positif bagi industri ini, kenapa nggak segera direalisasikan,” ujarnya kepada Listrik Indonesia. Jumat, (26/2).

Fahmy menyebut, PGE berpeluang untuk menjadi leader atau induk usaha dari holding tersebut. Hal ini lantaran soal rencana PT Pertamina (Persero) melakukan Initial Public Offering (IPO) kepada anak usahanya yakni PGE. Disamping itu, ia menyarankan alternatifnya penggabungan melalui merger dengan membentuk perusahaan baru.

“Kalau bikin perusahaan baru dari hasil merger tiga BUMN ini, sebaiknya bukan induknya yang go publik, tapi anak-anak perusahaanya. Pasca IPO akan lebih tranparan dalam pengelolaan,” cetusnya.

Sementara itu, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto berujar, IPO menjadi salah satu cara yang mendapatkan pendanaan eksternal. Menurutnya, seandainya wacana pembentukan holding BUMN panas bumi jadi direalisasikan. Maka, Prospek pasar akan menjadi lebih besar.

“Holding panas bumi BUMN bisa memberikan value creation dan efisiensi operasional yang lebih besar. Apabila PGE sudah terdaftar di bursa saham lebih dulu, penggabungan masih bisa dilkukan saat merger,” terangnya. (Cr)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button