AGENDA Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Soal Kasus PLTP Sorik Marapi, LSM - Dirjen EBTKE - Dirut Geo Dipa Beri Komentar

Soal Kasus PLTP Sorik Marapi, LSM - Dirjen EBTKE - Dirut Geo Dipa Beri Komentar
Dirjen EBTKE Dadan Kusdiana

Listrik Indonesia | Kasus kebocoran gas dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi yang mengakibatkan merenggut lima korban jiwa menuai komentar dari Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM Koalisi Indonesia Lestari (KAWALI), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) dan Direktur BUMN Panas Bumi PT Geo Dipa Energi (Persero).

PLTP Sorik Marapi yang berada di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada 25-Januari-2021 telah terjadi kebocoran gas Hidrogen Sulfida (H2S) yang telah merenggut lima korban jiwa dan puluhan orang dilarikan ke rumah sakit.

Ketua Kawali Sumatera Faisal Rizal menilai, kejadian ini akibat kelalaian PT Sorik Marapi Geothermal Plant (SMGP) selaku pengelola dan operator PLTP Sorik Marapi yang gagal dalam mendeteksi sistem monitoring H2S, sehingga tidak berfungsi pada saat konsentrasi gas itu sangat tinggi. PT SMGP juga diduga tidak melaksanakan SOP well testing dengan baik

“Mereka baru menyadari adanya gas H2S setelah ada laporan dari masyarakat,”ujarnya dalam Webinar Energi Bersih Terbarukan. Rabu, (10/2/2021).

Menanggapi hal tersebut, Dirjen EBTKE Dadan Kusdiana menegaskan, Pemerintah segera membentuk tim investigasi gabungan dengan melibatkan unsur dari praktisi, akademisi dan Kementerian Ketenagakerjaan. Tim ini diharapkan akan dapat menyelesaikan laporan hasil investigasi yang berisi rekomendasi perbaikan dalam waktu dua minggu ke depan.

“Setealh di investigasi memang benar ada prosedur yang dilewatkan dan lemahnya koordinasi,” bebernya.

Selapas kejadian tersebut, Dadan pun meninjau langsung PLTP Sorik Marapi dan lokasi kejadian. Ia menegaskan, bahwa pengelolan pengusahaan panas bumi terkait keselamatan kerja sudah diatur dalam undang-undang dan regulasi turunannya.

“Undang-undang keselamatan kerja itu, bahkan sudah ada sejak tahun 1973. Saya berharap pengelola PLTP yang ada di Indonesia lebih mematuhi lagi peraturan tersebut dan menjalankan SOP dengan benar,” ucap Dadan.


Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki F Ibrahim

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki F Ibrahim menyampaikan, PLTP memang mempunyai risiko tersendiri salah satunya seperti kasus kebocoran tersebut. Tetapi yang paling penting adalah jangan pernah berhenti dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan.

“Pembangunan ekonomi harus dilanjutkan dan peradaban dibangun dengan baik,” tuturnya.

Lanjut, Riki mengatakan, keunggulan operasional adalah manajemen sistematis dari keselamatan, keandalan, efisiensi, dan kinerja. Jadi dalam menjalankan operasional harus mengikuti SOP.  “Prinsip operasi itu melakukan yang aman, jadi perlu kematangan dalam menrencanakan kegiatan,” ujarnya.

Kejadian PLTP Sorik Marapi merupakan pelajaran agar ke depan sektor ketenagalistrikan atau lainnya tidak terjadi lagi kejadian yang serupa, mengikti peraturan yang berlaku dan menjalankan SOP adalah suatu keharusan. (Cr)

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button