NEWS
Trending

Solusi Listrik Untuk Daerah 3T dari UI

Solusi Listrik Untuk Daerah 3T dari UI
Listrik Indonesia | Melihat Fenomena yang terjadi di masyarakat terhadap minimnya pasokan listrik di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), Dosen Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia Chairul Hudaya dan Iwa Garniwa menciptakan sebuah solusi bagi masyarakat akan kebutuhan listrik yakni Tabung Listrik (Talis).

"Talis didisain untuk masyarakat daerah yang jauh dari jaringan listrik, dengan harapan pemerintah dapat meningkatakan rasio elektrifikasi di wilayah tersebut," terang Guru Besar Teknik Elektro Universitas Indonesia (UI), Iwa Garniwa, saat dihubungi listrikindonesia.com melalui pesan aplikasi, Jakarta, Senin (29/01/2018).

Talis atau tabung listrik adalah suatu alat penyimpan energi dengan basis batere lithium agar mampu menyimpan energi lebih lama dan besar dengan ukuran lebih ringan.

Umumya dalam rangka menerangi daerah 3T listrik desa baik PT PLN (Persero) maupun Pemerintah menggunakan diesel sebagai sumber listriknya dan jaringan listrik sebagai penyalurannya. Hal ini selain pembangunannya cukup rumit karena jauh dari kota, juga biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, belum lagi mendapatkan bahan bakarnya, disamping itu diperlukan juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak dalam rangka operasi dan perawatannya.

Ia melanjutkan, sehingga hal tersebut cukup sulit untuk meningkatkan rasio elektrifikasi karena kendala tersebut.

"Maka sebagai solusinya adalah Talis dan sistem DC House, untuk mempercepat akses masyarakat desa yang terpencil mendapatkan listrik. Talis ini tidak perlu ada jaringan keran konsepnya sama seperti tabung gas dan galon air," ungkap Iwa.

Lebih jauh Iwa menjelaskan, tempat pengisian Talis atau charging station bisa dibangun berdasarkan sumber daya desa seperti air, angin atau dengan Solar cell/Photovoltaik. Talis dan Sistem DC house ini energi yg digunakan lebih hemat dibandingkan dengan sistem AC, oleh karena itu Talis untuk keperluan didesa atau daerah terpencil tidak terlalu besar.

"Sebagai gambaran dengan 630 Wh maka dapat digunakan selama 2 sampai 3 hari, yaitu utk lampu dan radio/TV tergantung pemakaian masyarakat desa," imbuhnya.

Penggunaan Talis sangat mudah karena sistemplug and play, serta aman dibandingkan dengan sistem AC.

"Harapan saya tentunya pemerintah melalui PLN mengembangkan Talis dan Sistem DC house ini untuk masyarakat yang jauh dari jaringan listrik PLN, apalagi melihat perkembangan dunia energy storage khususnya batery semakin menjanjikan dan harga semakin murah," papar pria kelahiran Bandung tersebut.

Pihaknya berharap baik pemerintah maupun PLN dapat mendukung agar Talis dapat diproduksi secara massal. "Kemampuan kami hanya sebatas mendisain dan membuat prototypenya, untuk memproduksinya perlu ada sponsor dan proyek pengadaannya oleh pemerintah atau PLN," jelasnya.

Dengan alasan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, pemerintah dan PLN diminta untuk bisa mengakomodasi Talis dan Sistem DC ini.

"Bayangkan saat ini diperkirakan sebanyak 12.500 desa yang belum mendapatkan listrik. Sehingga untuk awal perlu di produksi sekitar 1.500.000 juta Talis," tandasnya. (GF)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button