NEWS
Trending

SPKLU Memicu Model Bisnis Baru

SPKLU Memicu Model Bisnis Baru
Foto: R Akmal/Listrik Indonesia
Listrik Indonesia - Jakarta | Tren kendaraan listrik, kini semakin meluas. Sejalan dengan itu, PLN tengah menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum(SPKLU) di sejumlah titik. Fungsinya nanti akan seperti SPBU pada kendaraan konvensional. 

Untuk bisnis SPKLU ini, PLN menawarkan kepemilikan SPKLU yang mirip dengan kepemilikan SPBU yang disebut  model COCO (Company Owned Company Operated) dan POPO (Partner Owned Partner Operated). 

Bisnis SPKLU DODO harus memiliki Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPL) dari Kementerian ESDM dan memiliki lahan yang disyaratkan. Sedangkan bagi perusahaan  atau perorangan ang ingin memiliki bisnis SPKLU itu tanpa harus meminta izin dari Kementerian ESDM, ada skema SPKLU COCO. Hanya showcase sesuai dengan keinginan PLN. Namun untuk ini,  PLN belum merinci kerjasama investasi SPKLU-nya.
 
Direktur PT ABB Sakti Industri, Dodon Ramlie, mengatakan, SPKLU ini  akan memunculkan business model yang baru. Karena operator dari charging station itu bisa (terdiri dari) beberapa perusahaan dan bisa ditiru seperti operator selular yang terdiri atas beberapa operator. 

“Mungkin nanti bisa ditertibkan aturannya per zona atau per area. Di Eropa di Amerika, semua operator itu kebanyakan swasta. Ada yang pemerintah seperti di Selandia Baru, tetapi yang meng-operate tetap swasta. Bisa ditampung di Peraturan Menteri (aturannya),” ungkap Dodon.

Sementara, Direktur  PT Hitech Solution Power System, Stevanus, mengatakan, meskipun SPKLU rencananya terbagi menjadi tiga jenis, antara lain, cas normal, fast charging, dan  super cepat, namun nantinya secara nominal yang harus dibayar konsumen, nilainya akan tetap dibayar sesuai daya pengisiannya. Bukan berdasarkan durasi waktunya.

“Jadi, tetap saja, apakah normal, semi, maupun fast charging, tetap saja nanti yang akan dibayar berapa nilai dayanya, kWh-nya. Hanya nilainya memang kita masih belum tahu,” terang Stevanus. (AB)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button