Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Standardisasi PLTS Bermanfaat Bagi Pengusaha dan Konsumen

Standardisasi PLTS Bermanfaat Bagi Pengusaha dan Konsumen
Ragam bentuk PLTS [Foto: Dok. LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Penenuhan standar komponen pembangkit listrik, khususnya berbasis enersi surya, justru menguntungkan kalangan dunia usaha dan masyarakat pengguna. Pemikiran bakal menambah biaya tidak sepenuhnya benar.

Demikian salah satu intisari webinar Badan Kejuruan Teknik Fisika PII (Persatuan Insinyur Indonesia). Webinar bertema Pengembangan Energi Surya di Indonesia, Rabu (8/4/2021), menghadirkan pemateri Hermawan Febriansyah, peneliti standardisasi BSN (Badan Standardisasi Nasional). 

"Standardisasi itu meningkatkan jaminan mutu. Jadi jangan ragu bagi produsen untuk mengurus sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia)," tegas Hermawan kepada dua ratus lebih peserta webinar.

BACA JUGA: 17 Rancangan SNI Ketenagalistrikan Dirumuskan di Tahun 2020

Selain memberi jaminan mutu terhadap konsumen, standardisasi membuka jalan efisiensi produk dan daya saing nasional. Hal ini dikarenakan ada rujukan kualitas produk yang sama, sehingga tercipta persaingan dan transparansi dalam perdagangan.

"Jadi, keharusan peraturan yang mewajibkan sertifikasi SNI itu justru memberikan kepastian usaha, meningkatkan kemampuan pelaku usaha, dan memacu kemampuan inovasi teknologi. Boleh dikatakan pengusaha tidak perlu strategi marketing macam-macam sebab pemenuhan standar memberikan jaminan mutu," Hermawan memaparkan.

Manfaat lainnya, yakni memberikan perlindungan kepada masyarakat, juga tenaga kerja dan lainnya, atas aspek keamanan, kesehatan, maupun pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Khusus Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), indikator penilaian standardisasi dirumuskan oleh komisi teknis di bawah pengarahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tepatnya Komisi Teknis 27-08 Energi Surya.

Hermawan lalu merinci beberapa komponen yang vital pada PLTS yang penting memenuhi standar teknis dimaksud. 

Kementerian ESDM mewajibkan penerapan SNI modul jenis silikon kristalin. Nomor SNI yang diwajibkan, sebagai berikut:

1. SNI IEC 61215-1:2016; modul fotovoltaik (FV) --atau photovoltaic (PV)-- terrestrial-kualifikasi desain dan pengesahan jenis (persyaratan uji).

2. SNI IEC 61215-2:2016; kualifikasi desain dan pengesahan jenis (prosedur uji).

3. SNI IEC 61215-1-1:2016; modul fotovoltaik (FN) terestrial-kualitas desain dan pengesahan jenis (persyaratan khusus untuk pengujian modul FV silikon kristalin.

BACA JUGA: Pemerintah Tetapkan Standar Kualitas PV Silikon Kristalin

Ditambahkan, bagi kalangan pengusaha bidang perdagangan dan produksi komponan PLTS  yang membutuhkan  informasi seputar SNI dapat mengakses situs web akses-sni.bsn.go.id

Menjawab pertanyaan beberapa peserta webinar, Hermawan menegaskan masyarakat yang berencana membangun PLTS rumahan sebaiknya memastikan komponen pembangkit yang hendak dibelinya sesuai standar atau tidak. Caranya dengan mengecek data produk-produk komponen yang sudah SNI di situs web tersebut.

Atas paparan pemateri dan tanggapan peserta webinar disimpulkan kewajiban sertifikasi atau standardisasi dimaksud --mulai Januari 2022 sesuai peraturan Menteri ESDM-- sama sekali tidak menghambat pertumbuhan. Justru sebaliknya. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button