NEWS
Trending

Strategi GH EMM Indonesia Memproduksi Listrik di Tengah Pandemi

Strategi GH EMM Indonesia Memproduksi Listrik di Tengah Pandemi

Listrik Indonesia | Meski terkena imbas terhadap produksi listriknya akibat wabah Pandemi Covid-19, PT Guo Hua Energi Musi Makmur (GH EMM) Indonesia pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumatera Selatan mempunyai strategi agar pembangkitnya tetap andal dalam produksi di tengah Pandemi.

Direktur Utama PT GH EMM Indonesia, Fu Yue Long berujar, sangat disayangkan penyebaran virus Covid-19 yang sampai di Indonesia membawa dampak yang tidak baik, di mana penurunan permintaan penggunaan listrik turun drastis terutama di wilayah zona merah. Akibatnya, produksi listrik selama empat bulan selama masa Pembatasan Sosial Bersakal Besar (PSBB) di wilayah produksinya yaitu PLTU Mulut Tambang Simpang Belimbing 2 x 150 MW yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, di mana hasil produksi dari PLTU tersebut tidak mencapai target.

Belum lagi pengadaan material baru di pembangkit karena berhentinya operasional produsen material listrik di Indonesia. Selain itu, Proyek-proyek besar pada tahun 2020, termasuk pembangunan landfill, konstruksi relokasi dump station, dan inspeksi level C unit 1 telah ditunda karena pengaruh dari pandemi. Ditambah perusahaan harus menambahkan subsidi biaya untuk pelindungan dan pencegahan Covid-19, sehingga beban biaya meningkat.

“Walaupun banyak dampaknya dari Pandemi ini, komitmen kita tetap jaga keandalan pembangkit,” ujarnya.

Agar pembangkitnya tetap andal dalam produksi listrik di tengah Pandemi seperti sekarang ini. IPP (Independent Power Producer) asal China ini memiliki beberapa strategi. Pertama meningkatkan pemeliharaan peralatan pembangkit listrik. Sejak pembangkit listrik GH EMM Indonesia mulai beroperasi, tingkat keandalan peralatan selalu di atas 95%. Karena itu, GH EMM Indonesia telah mampu menghasilkan banyak produksi listrik, dan meningkatkan pangsa pasarnya.  Kedua, mendorong pengurangan biaya atau peningkatan efisiensi kerja serta meningkatkan daya saing perusahaan.

“Beberapa biaya kita pangkas seperti untuk bahan bakar, biaya modal produksi. Kemudian kita memberikan pelatihan lebih untuk tenaga lokal demi mengurangi jumlah tenaga asing,” terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima Listrik Indonesia.

Soal produktivitas PLTU Simpang Belimbing merupakan PLTU yang pertama dan satu – satunya di Indonesia untuk saat ini yang berhasil memanfaatkan batu bara kualitas sangat rendah dengan nilai kalori 1800-2000 kcal/kg dengan total moisture 59 -63 % sebagai bahan bakar utama PLTU. Sementara untuk pengaplikasian coal drying dilakukan sistem skala besar, total kapasitasnya 480 ton per jam.

Inovasi ini memberikan hasil dan penurunan pemakaian listrik sendiri (self consumption), kegiatan efisiensi energy di PLTU Simpang Belimbing dilakukan secara berkelanjutan dari mulai beroperasi sampai sekarang. Adapun angka water supply rate (denim water) di bawah 1,5%, sedangkan boiler effiency di atas 91% setiap tahunnya.

Tak hanya itu, keunggulan lain dari PLTU tersebut adalah pengolahan limbah,  adanya pemanfaatan fly ash dan bottom ash sebagai bahan baku dan bahan final pembuatan semen. Produk tersebut diproduksi dari proses produksi PLTU yang dikategorikan sebagai limbah B3. Saat ini, GH EMM Indonesia sedang membangun landfill fly ash dan bottom ash storage sebagai termpat penimbunan akhir.

Menakjubkannya lagi GH EMM Indonesia mendaur ulang limbah cair menjadi bahan bakar tambahan PLTU. Coal waste water system flowchart ini sejak 2015 mengadopsi high pressure filter untuk mengolah limbah cair dengan kandungan TSS tinggi. Mereka juga mengolah limbah batubara menjadi cake coal, kemudian dimanfaatkan kembali menjadi additional fuel PLTU. Pembangkitnya memiliki empat unit high pressure filter yang langsung terkoneksi dengan belt conveyor.

Ini termasuk PLTU yang langka karena berhasil mengubah kualitas batu bara yang buruk menjadi bahan bakar siap pakai. Hal ini tentu mengurangi biaya produksi. Dari hasil produktivitasnya beberapa kali pembangkit ini mendapatkan nominasi dan meraih penghargaan pembangkit listrik terbaik se-Indonesia seperti Indonesia Best Electricity Award (IBEA). (Cr)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button