NEWS
Trending

Subsidi Listrik Dialihkan Untuk Pemerataan Listrik Desa Tertinggal

Subsidi Listrik Dialihkan Untuk Pemerataan Listrik Desa Tertinggal
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui PT PLN (Persero) telah mencabut subsidi listrik pelanggan 900 Volt Ampere (VA) secara bertahap. Ini dilakukan agar subsidi listrik tepat sasaran, pasalnya terdapat sekitar 22,8 juta pelanggan 900 VA yang disubsidi oleh pemerintah, setelah dilakukan audit oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Badan Pusat Statistik (BPS) dan PLN, hanya sekitar 4.1 juta pelanggan yang layak subsidi, dan sisanya sekitar 18,7 juta pelanggan tidak layak disubsidi.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, pemerintah hanya mencabut subsidi untuk golongan mampu, sementara untuk golongan tidak mampu pemerintah tetap mensubsidinya.

Lanjut Luhut, pelanggan yang subsidi listrik dicabut, nantinya akan dialihkan untuk melistriki sekitar 2.500 desa yang belum memiliki aliran listrik. Pencabutan subsidi ini untuk meningkatkan rasio elektrifikasi desa yang sudah 88% dan pemerintah menargetkan pada 2018 rasio elektrifikasi bisa mencapai 97%. “Kebijakan ini untuk pemerataan listrik di semua wilayah sampai ke pelosok Indonesia. Kita tidak bicara pertumbuhan saja, melainkan pemerataan juga,” ungkap Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Jalan MH Thamrin No.8, Menteng, Jakarta Pusat, (9/01).

Sebelumnya, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka mengungkapkan, kenaikan tarif listrik merupakan kebijakan pemerintah dalam memberikan subsidi tepat sasaran.

“PLN menargetkan pencabutan subsidi listrik pelanggan 900 VA sampai sampai Juni 2017 mendatang. Ini dilakukan secara bertahap dua bulan sekali, terhitung dari 1 Januari 2017 naik sekitar Rp186 menjadi Rp791per Kwh dari sebelumnya sekitar Rp605 per Kwh, 1 Maret 2017 naik sekitar Rp 243 menjadi Rp1.034 per Kwh, dan 1 Mei 2017 naik sekitar Rp 318 menjadi Rp1352 per Kwh,” ungkap Made. (GF)
 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button