NEWS
Trending

Sudah 100 Persen, Rasio Desa Berlistrik di Kaltim

Sudah 100 Persen, Rasio Desa Berlistrik di Kaltim
Dok. PLN

Listrik Indonesia | Rasio desa berlistrik di Provinsi Kalimantan Timur telah mencapai 100 persen, artinya seluruh desa di Provinsi Kalimantan Timur kini telah menidapatkan aliran listrik. Namun tugas PLN belum usai, kini PLN terus berupaya melistriki desa-desa yang belum berlistrik PLN dan meningkatkan rasio elektrifikasi. Salah satunya dengan melistriki 3 desa di Kecamatan Komam, Kabupaten Paser, yaitu Desa Lusan, Desa Long Sayo, dan Desa Binangon.

Kehadiran listrik disambut syukur oleh warga di tiga desa tersebut. Sebelum menggunakan listrik PLN, warga swadaya menggunakan genset untuk menghasilkan listrik.

“Penantian yang cukup panjang hingga warga di tiga desa kami bisa menikmati listrik dari PLN. Kami sangat bersyukur, akhirnya warga desa kami bisa mendapatkan listrik yang lebih layak dan lebih nyaman,” ungkap Camat Komam, Abdul Rasyid.

Terpisah, General Manager PLN UIW Kaltimra, Sigit Witjaksono, menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur untuk melistrik tiga desa tersebut masuk dalam program desa berlistrik yang bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di provinsi Kalimantan Timur.

“Jadi walaupun sekarang sudah 100 persen desa berlistrik. Ke depan, program ini terus kami jalankan untuk melistrik masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik PLN,” tutup Sigit.

Provinsi Kalimantan Timur terdiri dari 3 Kota dan 7 Kabupaten. Dari total 10 Kabupaten/Kota tersebut dibagi lagi menjadi 103 kecamatan dan 1.038 Desa. Dari total 1.038 Desa yang ada di Kaltim, seluruhnya telah berlistrik atau 100 persen Rasio Desa Berlistrik dengan komposisi 803 Desa (77,4 persen) dilistriki oleh PLN dan 235 (22,6 persen) dilistriki oleh Non PLN (Genset Pribadi/PLTS Komunal/LTSHE/Swasta). Sementara untuk rasio elektrifikasi PLN telah mencapai 94,6 persen

Untuk mengaliri listrik di tiga desa tersebut, PLN harus membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 29,15 kms dan 5 unit Gardu Distribusi dengan total daya 475 kVA. Selain itu, ada beberapa tantangan dan kendala, yaitu akses jalan yang kurang baik pada saat mendistribusikan material jaringan.

“Selama pandemi ini, protokol kesehatan tetap kami perhatikan. Tantangan terbesar dalam melistriki daerah pedesaan adalah Medan yang harus ditempuh dalam mendistribusikan material. Terkadang harus menyusuri sungai, melewati hutan, ataupun medan lumpur yang berat, namun Alhamdulillah berkat ketekunan dan semangat teman-teman di lapangan, penyalaan listrik bisa kita realisasikan.” Tutup Sigit. (Ism)
 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button