Activity CORPORATION NEWS
Trending

Surplus Listrik di Sumsel, Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kekurangan Energi Listrik

Surplus Listrik di Sumsel, Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kekurangan Energi Listrik
Ilustrasi
Listrik Indonesia | Saat ini Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki kelebihan energi listrik sekitar 450 megawatt. Dengan energi sebanyak itu, masyarakat Sumatera Selatan tidak perlu khawatir apabila terjadi kekurangan energi listrik.

Manager Perencanaan PT PLN Unit Induk Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), Muhammad Syafdinnur mengatakan, di sisi lain surplusnya energi listrik di Sumsel dapat menguntungkan wilayah tersebut, karena bisa mendukung pengembangan berbagai kegiatan masyarakat dan bisnis.

"Berdasarkan kondisi tersebut sangat memungkinkan pengembangan kegiatan masyarakat dan bisnis yang membutuhkan dukungan energi listrik yang cukup besar," kata Muhammad Syafdinnur mengutip jurnal Sumsel.
Setidaknya ada sekitar 1.450 megawatt kesiapan pembangkit listrik di Sumatera Selatan, sedangkan kebutuhan energi listrik saat beban puncak hanya mencapai 1005 MW.

Sementara ini, kelebihan sekitar 450 MW didistribusikan ke provinsi Jambi dan Lampung.

Dengan kelebihan energi listrik, Masyarakat Sumatera Selatan tidak perlu khawatir terjadi kekurangan energi listrik jika terjadi peningkatan kegiatan masyarakat dan bisnis.

"Apabila ke depan terjadi peningkatan penggunaan listrik, hal itu tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat," tuturnya.

Pelayanan kepada masyarakat di Sumsel dan provinsi yang masuk dalam wilayah kerja PT PLN Wilayah S2JB akan diupayakan semaksimal mungkin agar terus berjalan dengan baik.

Ia juga menyatakan, akan menjamin pelayanan listrik kepada pelanggan/masyarakat agar tetap berjalan dengan baik, pihaknya akan berupaya menjaga keandalan pembangkit, transmisi, dan gardu induk.

Ia juga berharap agar berbagai upaya tersebut dapat meningkatkan pelayanan listrik kepada masyarakat dan bisa meminimalkan gangguan atau pemadaman. (Cr)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button