Trending

Target Agresif 2021, SKK Migas Release Daftar Pengadaan Hulu Migas

Target Agresif 2021, SKK Migas Release Daftar Pengadaan Hulu Migas

Listrik Indonesia | SKK Migas telah menetapkan target agresif hulu migas di tahun 2021. Pengadaan barang dan jasa akan berperan penting agar target 2021 dapat direalisasikan. Supaya proses pengadaan dapat dilaksanakan lebih cepat, efisien dan komprehensif, SKK Migas bersama Kontraktor KKS telah menyelesaikan Procuremet List 2021 dan melakukan sosialiasi ke perwakilan SKK Migas dan para pimpinan supplya chain management (SCM) Kontraktor KKS yang dilaksanakan secara virtual hari ini.

 

Pada procurement list yang sudah ditetapkan, pada tahun 2021 terdapat 1.482 paket pengadaan dengan keseluruhan nilai proyek sebesar US$ 6,051 miliar. Dari jumlah tersebut sebanyak 86,98% akan diselesaikan di bulan Juli 2021. Adapun pengadaan secara bulanan, paling besar dilaksanakan di bulan Januari 2021 sebesar 22,91% dari keseluruhan paket pengadaan.

 

Sekretaris SKK Migas sekaligus sebagai Plt Deputi Pengendalian Pengadaan Murdo Gantoro, menyampaikan, dalam kondisi tantangan masa pandemi COVID-19 yang telah menyebabkan perlambatan ekonomi saat ini diperlukan berbagai pembenahan dan terobosan baru dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa hulu migas. “SKK Migas telah menetapkan target agresif di tahun 2021 sebagai pondasi untuk mewujudkan target jangka panjang tahun 2030 sebesar 1 billion barrels of oil per day (BOPD) dan 12 billion standard cubic feet per day (BSCFD). Release procurement list dan sosisaliasi pada hari ini adalah upaya untuk memastikan tidak ada keterlambatan pekerjaan Kontraktor KKS karena ada kendala di pengadaan di tengah situasi yang masih ada pembatasan kerja dalam rangka protokol kesehatan Covid-19,” kata Murdo.

 

Murdo menambahkan, kami mengapresiasi procurement list yang mayoritas proses pengadaan dapat diselesaikan di bulan Juli 2021, bahkan di bulan Januari akan diselesaikan 22,91%. “Ini menunjukkan langkah besar dan out of the box serta realiasi dari langkah agresif yang telah dicanangkan oleh manajemen SKK Migas. Keberhasilan pengadaan barang dan jasa di awal tahun akan memberikan jaminan operasional hulu migas maupun proyek-proyek yang sedang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik,”kata dia.

 

Lanjut dia, ditengah upaya mempercepat pengadaan barang dan jasa, serta peningkatan kualitas dan efisiensi, Pemerintah telah menetapkan target tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 57%. Ini tentu menjadi tantangan bagi SKK Migas dan Kontraktor KKS untuk melakukan pembinaan kepada vendor lokal agar mampu memenuhi standar hulu migas yang memang sangat ketat dan tinggi.

 

“Dengan nilai pengadaan sebesar US$ 6,051 miliar maka akan ada sekitar US$ 3,449 miliar alokasi untuk TKDN. Ini adalah salah satu kontribuasi hulu migas dalam mendukung pembangunan nasional dan peningkatan kapabilitas industri dalam negeri,” pungkas Murdo. (TS)

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button