Fossil Fuel ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Target Tambahan Produksi Minyak 2021 3.500 Barel Per Hari

Target Tambahan Produksi Minyak 2021 3.500 Barel Per Hari
Aktivitas pengeboran minyak bumi [Foto: omc.proxsisgroup.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berupaya mewujudkan tambahan produksi minyak dan gas (migas) hingga penghujung 2021.

Di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, SKK Migas dan KKKS menargetkan target tambahan produksi minyak sebesar 3.500 barel minyak per hari (BOPD). 

Jika ditambahkan dengan potensi penambahan produksi atas program filling the gap yang sebesar 11.900 BOPD maka diperoleh tambahan 15.400 BOPD dari posisi forecast last update.

“Selama dua hari berdiskusi bersama KKKS dalam FGD (focus group discussion) bertema Pencapaian Produksi dan Lifting Tahun 2021, kami telah menyepakati langkah-langkah taktis dan strategis yang dapat dilaksanakan, guna mencapai tambahan produksi," kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno melalui keterangan persnya yang diterima LISTRIK INDONESIA, Jakarta, 8 April 2021. 

BACA JUGA: Menteri ESDM 'Sentil' Pertamina EP, Produksi Belum Capai Target

Julius merinci strategi yang disepakati itu berupa percepatan produksi migas nasional untuk mencapai penambahan produksi minyak rata-rata tahunan sebesar 3.500 BOPD. Juga guna memverifikasi salur gas sebesar 205 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Melalui tambahan produksi minyak maka total potensi tambahan produksi minyak pada 2021 mencapai 9.103 BOPD secara rata-rata tahunan. 

“Masih ada gap yang harus dipenuhi guna mencapai target 705 ribu BOPD, namun kami optimis target tersebut dapat kami capai,” tambahnya.

Khsusus gas, Julius meyakini target yang tercantum dalam APBN 2021 akan tercapai. Angka salur gas yang telah terverifikasi sebesar 205 MMSCFD, namun hal ini tetap perlu dikawal agar penyerapan oleh off taker dapat terlaksana secara baik.

Diskusi antara SKK Migas bersama KKKS dan pemangku kepentingan lain di hulu migas terbagi membahas lima  topik, yaitu percepatan pemboran dan work over, penambahan program kerja, komersialisasi gas, optimasi program well service, serta strategic alliance, dan sharing facilities dan peralatan.

BACA JUGA: Mafia Migas Ganjal Program Listrik Bersih Presiden Biden

“Dari tiap-tiap kelompok, kami berhasil mengidentifikasi secara detil langkah-langkah yang harus dilakukan SKK Migas dan KKKS guna mendukung percepatan produksi migas di tahun 2021. Kami bersyukur hasil yang positif ini dapat diperoleh pada kuartal pertama 2021, sehingga upaya mengejar ketertinggalan dapat segera kami laksanakan pada kuartal berikutnya,” papar Julius lagi. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan tantangan capaian produksi dan lifting 2021 diharapkan dapat diatasi dengan kolaborasi baik antara SKK Migas, KKKS, Kementerian ESDM, serta stakeholders lainnya dan technology provider.

Fatar juga mengungkapkan SKK Migas akan terus bertransformasi lebih baik dengan menyederhanakan proses bisnis agar keputusan-keputusan strategis yang dapat mendukung percepatan produksi dapat segera diputuskan. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button