NEWS
Trending

Teknologi Kelistrikan Harus Diprioritaskan

Teknologi Kelistrikan Harus Diprioritaskan
Listrik Indonesia | Menurut Founder Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) Eddie Widiono, keandalan pada sistem transmisi maupun distribusi harusnya sudah menoleh ke membangun teknologi, dan tak melulu membangun kapasitas.

“Memang program 35.000 megawatt terlihat mustahil untuk dicapai, tapi itulah semangat untuk mencapai rasio elektrifikasi yang lebih cepat. Seharusnya yang perlu diperhatikan adalah membangun teknologinya,” ujar Eddie.

Eddie menjelaskan, sektor kelistrikan dalam negeri harus segera memulai inovasi disruptif dan tidak melulu mengandalkan pembangunan pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil. Baginya, energi masa depan seperti renewable energy sudah sangat diperlukan keberadaanya. Disamping itu, industri kelistrikan tentu memerlukan pasokan energi yang stabil agar dapat berkembang dengan baik, karenanya, dibutuhkan dengan teknologi canggih pula.

Renewable yang sifatnya intermiten harus disokong dengan teknologi, salah satunya sistem smart grid,”jelasnya.

Lanjut Ia menerangkan, Teknologi transisi Indonesia berada di peringkat 69 dari 81 negara, sedangakan Malaysia sudah berada di peringkat 25. Keterlambatan di sektor teknologi inilah yang membuat PJCI terbentuk. Dengan demikian, diperlukan smart grid yang merupakan suatu konsep tata kelola energi listrik yang mampu mengakomodir peran pembangkit listrik.

PJCI yang terbentuk sesuai badan hukumnya pada 6 Juli 2015, dengan tujuan untuk menyiapkan pranata teknologi, regulasi, pendidikan dan kewirausahaan serta menyusun peta jalan (road map)dalam mewujudkan jaringan cerdas. Sejauh ini, PJCI terus berusaha mengenalkan sistem smart grid ke seluruh elemen ketengalistrikan maupun masyarakat, melalui kegiatan-kegiatannya seperti kerap mengadakan seminar di acara kelistrikan.

“Kemarin PJCI masuk dalam charter member smart grid global, inilah salah satu peran kami dalam mewujudkan jaringan cerdas di Indonesia,” pungkasnya. (GC)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button