NEWS
Trending

Terbakarnya Kilang Balongan, Pertamina Harus Waspada Mafia Impor BBM

Terbakarnya Kilang Balongan, Pertamina Harus Waspada Mafia Impor BBM

Listrik Indonesia | Usai terbakarnya  Kilang minyak Pertamina di Balongan, Kabupaten Indramayu, Senin  lalu.Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai ada indikasi mencegah pembangunan kilang, tujuannya memperbesar impor BBM.

Fahmy menyampaikan hipotesis bahwa ada dugaan kemungkinan insiden tersebut disengaja atau bukan kebakaran, melainkan dibakar. Menurutnya, hipotesis itu bersifat sementara karena harus dibuktikan kebenarannya.

"Dugaan ini didasari bahwa sistem pengamanan Pertamina mestinya standar internasional berlapis, sehingga bisa mencapai zero accident untuk kilang yang strategis," ujarnya.

Fahmy yang pernah menjadi anggota Tim Anti Mafia Migas berujar, terjadinya kebakaran ada indikasi mendorong impor bahan bakar minyak (BBM) dengan mencegah Pertamina untuk membangun atau memaksimalkan produksi kilang.

"Ada indikasi mencegah pembangunan kilang. Tujuannya memperbesar impor BBM karena dengan adanya kilang, impor BBM berkurang, mafia migas bermain untung di impor," ucapnya.

Sementara itu anggota Komisi VII FPKS, Mulyanto meminta Pemerintah untuk secara lebih serius membangun cadangan BBM Nasional. Cadangan itu diperlukan untuk menopang ketahanan energi nasional bila sewaktu-waktu terjadi krisis BBM.

"Kita belum tahu pasti berapa cadangan BBM yang terbakar dalam kasus Balongan.  Namun kalau melihat kapasitasnya yang 150 ribu barel per hari (bph) dan dengan asumsi cadangan operasional 23 hari, maka tersimpan sebesar 3.5 juta bph atau setara dengan 0.55 juta kilo liter (KL) di Kilang Balongan. Jumlah yang sangat besar," demikian katanya.

Mulyanto melihat sampai hari ini Indonesia belum memiliki cadangan BBM nasional. Bahkan regulasi terkait soal ini pun belum tersedia. Padahal ini amanat yang diwajibkan UU Nomor 30 tahun 2007 tentang Energi kepada Pemerintah. 

"Sayangnya kewajiban ini selama hampir 20 tahun belum dipenuhi," imbuhnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button