Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

THORIUM & PLTT: Kebutuhan Energi RI 1.000 Tahun Cukup dari Babel

THORIUM & PLTT: Kebutuhan Energi RI 1.000 Tahun Cukup dari Babel
Keindahan Pantai Belitung, Provinsi Bangka Belitung

LISTRIK INDONESIA | Provinsi Bangka Belitung dianugerahi kekayaan bijih mineral yang sangat besar, yaitu timah. Eksploitasi bijih timah di provinsi yang dipimpin oleh Erzaldi Rosman Djohan sudah dimulai sejak era 1700-an.

Sudah dieksploitasi ratusan tahun, Bangka Belitung masih juga memiliki timah hingga kini. Sisa tanah dari penambangan timah ini juga mengandung bijih mineral bernilai lainnya, terutama bijih tanah jarang (rare earth) yang harganya setara dengan emas, bahkan bisa melampui emas. Selain rare earth, sisa dari lapisan timah juga mengandung thorium (unsur kimia dengan lambang Th dan nomor atom 90).

Jika telah ditambang sejak 1700-an, berarti sisa/limbah dari penggalian timah yang mengandung rare earth dan thorium sampai saat ini berapa banyak? Tentu masih sangat besar sekali dan sampai saat ini belum dimanfaatkan, terutama Thorium. Sementara itu, bijih tanah jarang sudah mulai dimanfaatkan dan diekspor ke China.

Berdasarkan kajian Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), potensi thorium di Bangka Belitung mencapai 121.000 ton. Namun, tidak sedikit pihak yang menegaskan bahwa potensi thorium di Bangka Belitung bisa mencapai jauh di atas angka tersebut mengingat pulau-pulau di Babel sudah dieksploitasi timahnya sejak dulu kala.

Dengan potensi 120.000 ton thorium bisa menghasilkan listrik hingga 120.000 GW. Jika kebutuhan listrik di Indonesi 100 GW per tahun, kandungan thorium dari Babel bisa melistriki Indonesia selama 1.200 tahun. Luar biasa. Sementara itu, total konsumsi listrik di Indonesia saat ini di kisaran 70 GW.

Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah mengatakan bahwa potensi thorium di Babel cukup besar berdasarkan data Batan.

“Cukup besar sekali [potensi thorium di Bangka Belitung], data yang kami pegang berdasarkan kajian Batan,” ujarnya kepada Listrik Indonesia, Jumat (26/2/2021).

Dia menuturkan, dengan kandungan thorium yang sangat besar itu bisa menghasilkan daya listrik sangat besar. Padahal, kebutuhan listrik nasional saat ini hanya kisaran 65 GW. “Berapa banyak listrik yang akan dihasilkan dari Babel? Ini luar biasa.”

Fatah menuturkan bahwa pengembangan pembangkit listrik tenaga thorium (PLTT) di Bangka Belitung harus menunggu Peraturan Presiden yang merekomendasikan Provinsi Babel dinilai layak untuk megembangkan thorium. “Ini thorium ya, non-nuklir [non-uranium].”

Menurutnya, berbagai persyaratan dan kajian sedang diproses untuk menjadi dasar diterbitkannya. “Dari kajian-kajian itu, mungkin Agustus 2021 bisa diselesaikan sehingga dapat keluar rekomendasi dari Perpres, kemudian kegiatan lanjutan sesuai tahapan yang disusun oleh pihak terkait.”

Bangka Belitung akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang membangun pembangkit listrik tenaga thorium. ThorCon International Pte. Ltd. sedang menyiapkan berbagai persyaratan untuk pengembangan thorium di Babel.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button