Emission & Carbon ENVIRO NEWS
Trending

Tiga BUMN Ini Masih Hitung Porsi Saham Untuk Holding Baterai

Tiga BUMN Ini Masih Hitung Porsi Saham Untuk Holding Baterai
MIND ID atau PT Inalum (Persero) selaku Holding BUMN Pertambangan, PT Pertamina (Persero) selaku Holding BUMN Migas dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membentuk holding baterai. (foto: net)

Listrik Indonesia | Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengungkapkan, tim pembentukan holding baterai sedang menyelesaikan kesepakatan sebelum dilaporkan ke Menteri BUMN, Erick Thohir. Holding baterai ini akan dibentuk oleh MIND ID atau PT Inalum (Persero) selaku Holding BUMN Pertambangan, PT Pertamina (Persero) selaku Holding BUMN Migas dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Tim itu diketuai oleh Komisaris Utama MIND ID Pak Agus Tjahajana. Pak Menteri sudah mencanangkan upaya menjadikan Indonesia sebagai hub produksi material yang berguna menghasilkan baterai. Dengan anggota dirut-dirut dari Pertamina, PLN dan MIND ID dan Antam juga. Saya rasa dari sekitar Februari tim sudah dibentuk dan selama pandemi ini sudah melakukan banyak hal,” ujar Orias dalam konferensi pers virtual, kemarin.

Ketiga BUMN besar ini akan membentuk PT Indonesia Baterai sebagai langkah awal hilirisasi nikel. Diakuinya, tim pembentukan holding baterai ini akan tuntas pada pekan depan. Namun, pihaknya belum mengetahui berapa porsi saham yang harus dikeluarkan masing-masing BUMN tersebut.

“Kebutuhan pendanaan dari seluruh proyek dari holding ini diperkirakan mencapai US$ 12 miliar. Nanti kami akan diberitahu tim berapa porsinya, dari ekuitas berapa dan pinjaman berapa. Kalau dari Pak Menteri kan infonya US$ 20 miliar. Itu karena dia menghitung turunanya lebih jauh lagi dan itu terbuka untuk mitra lainnya. Jadi kalau mitra lain masuk bisa sampai US$ 20 miliar," katanya.

Direktur Niaga & Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, PLN sudah melakukan diskusi panjang mengenai rencana pembangunan pabrik baterai ini. Saat ini konsultan tengah dilibatkan untuk mengkaji prospek bisnis ke depan. Kemudian memilih dua investor yang akan masuk untuk bekerja sama dengan kita.

"Harus memilih (calon mitra) betul-betul bagus, melihat ke belakang bagaimana, kan kalau mau kawin harus lihat bibit, bebet, dan bobot. Kita tugaskan salah satu konsultan secara bersama, ini untuk melihat mana yang pas untuk kita, jangan sampai kita kawin ternyata ada apa-apa di belakang, itu yang paling benar kita melihat ke depan," katanya.

Dari ketiga BUMN yang patungan ini, lanjut Bob, besaran kepemilikan saham (share) yang akan diberikan kepada masing-masing perusahaan, porsinya akan sama. Namun demikian, Indonesia akan menjadi pemegang saham mayoritas secara keseluruhan bila nantinya bermitra dengan perusahaan asing. Dengan demikian, perusahaan Holding Battery ini menjadi milik bangsa Indonesia.

Terkait dengan rencana pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik, Kementerian BUMN bahkan menyebut bahwa dua perusahaan kakap dunia, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan yang merupakan produsen baterai EV untuk kendaraan listrik terbesar dunia, berminat masuk dalam proyek bernilai US$ 20 miliar atau sekitar Rp 296 triliun (asumsi kurs Rp 14.800 per US$) ini. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button