Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Tiga Investor Inggris Ini Bakal Kembangkan EBT Di Tanah Air

Tiga Investor Inggris Ini Bakal Kembangkan EBT Di Tanah Air
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (foto: net)

Listrik Indonesia | Sebanyak tiga investor asal Inggris dipastikan akan menanamkan modalnya pada sektor energi terbarukan, mulai solar panel hingga tidal turbin atau turbin pasang surut. Hal ini dikemukakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat press briefing secara virtual di London, Rabu (14/10/2020) malam.

“Mengenai kerjasama investasi dengan Inggris, saya menyambut baik minat kuat dari beberapa investor Inggris di bidang renewable energy,” ujar Retno.

 

Dia mengungkapkan, investor asal Inggris ini adalah Aggreko plc, Orbital Marine Power dan Nova Innovation. Namun, dia tidak menyebutkan secara pasti jumlah investasi dari ketiga perusahaan itu.

“Aggreko plc adalah pemasok peralatan pembangkit listrik sementara dan peralatan pengatur suhu asal Skotlandia, Inggris Raya dengan kantor pusat di Glasgow. Mereka merencanakan beroperasi di Indonesia dengan garapan suplai gas dan diesel ke suplai solar PVs,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, ada Orbital Marine Power yang berencana membangun proyek tidal turbine atau turbin pasang surut di wilayah timur Indonesia. Proyek tersebut direncanakan bisa memproduksi energi sebesar 10 megawatt.

“Orbital Marine Power akan membangun tidal turbin. Ada juga Nova Innovation juga berencana membangun off-grid tidal turbine di Tanah Air,” katanya.

Dikatakan Retno, Inggris juga merupakan mitra investasi kedua terbesar dari Eropa. Namun, katanya, Inggris juga mitra dagang keempat terbesar Indonesia di Eropa dan peringkat pertama perdagangan kayu dari Eropa

Di hadapan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, Retno mengeluhkan rencana Inggris memberlakukan tindakan due diligence untuk beberapa komoditas pertanian, termasuk kelapa sawit, kopi, kayu dan produk kayu.

"Saya sampaikan bahwa kebijakan seperti ini memiliki potensi menjadi hambatan non-tarif ekspor Indonesia ke Inggris," katanya.

Dia mengharapkan agar kedua negara dapat membahas kemungkinan pembuatan mutual recognition dari kebijakan yang telah dimiliki masing-masing negara mengenai supply chain sustainability. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button