NEWS
Trending

Tim Ahli SKK Migas Siap Evakuasi KRI Nanggala-402

Tim Ahli SKK Migas Siap Evakuasi KRI Nanggala-402
Ilustrasi: Kegiatan industri hulu migas di lepas pantai [Foto: simondewa.blogspot,com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Kepala SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) Dwi Soetjipto mengonfirmasi pihaknya memang terlibat upaya pengangkatan Kapal Perang Republik Indonesia (KRR) Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali.

"Terkait dengan rencana pengangkatan KRI, kami siap memberikan dukungan dan bantuan. Saat ini sudah dilakukan koordinasi dan kajian teknis terkait dengan data lapangan," kata Dwi melalui rilis pers videonya, Rabu (28/4/2021).

Tim ahli dan teknis SKK Migas tengah mengumpulkan data seputar berat dan ukuran kapal selam (kasel), kekuatan arus bawah laut, serta kondisi lainnya. Berbagai informasi aspek bawah laut di lokasi kecelakaan dan Kasel Nanggala sendiri.

BACA JUGA: Litbang ESDM Kirim Tenaga Ahli ROV dalam Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Berbekal informasi awal, menurut Dwi, tim ahli dan teknis SKK Migas dapat menyiapkan jenis kapal dan crane, serta peralatan untuk evakuasi bangkai KRI Nanggala-402.

Saat yang sama, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) itu menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga besar TNI Angkatan Laut dan TNI, umumnya.

"Kepada keluarga awak KRI yang gugur, kami doakan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini," kata Dwi.

Sehari sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan pihaknya menggandeng SKK Migas untuk mengangkat KRI Nanggala-402.

BACA JUGA: Proyek Laut Dalam Lapangan Gas Merakes Mulai Produksi

"Ke depan kami ajukan untuk dilakukan pengangkatan. Kami sudah koordinasi dengan SKK Migas karena mereka yang memiliki kemampuan untuk mengangkat kapal tersebut," ujar Yudo.

Koordinasi dilakukan langsung oleh Asisten Logistik (Aslog) Kasal dengan jajaran pemimpin SKK Migas.

Catatan LISTRIK INDONESIA, kedalaman sumur migas yang berlokasi di laut dalam dapat mencapai 1.000 meter lebih dari permukaan laut. Tim ahli dan teknis industri hulu migas tak asing dengan kegiatan kerja bawah laut. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button