NEWS
Trending

TKDN, Fenomena Ekonomi, Industri dan Bisnis

TKDN, Fenomena Ekonomi, Industri dan Bisnis
Fauzi Aziz, pemerhati masalah ekonomi dan industri
Listrik Indonesia | TKDN adalah national interest dalam proses industrialisasi, komponen lokal diarahkan agar secara tekno ekonomi bisa masuk dalam proses industri dalam bobot yang optimal.

Menurut Fauzi Aziz, pemerhati masalah ekonomi dan industri, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hakekatnya pencerminan dari kapabilitas dan kapasitas industri nasional agar bisa masuk ke dalam global value chain. Untuk ke dalam global value chain.  harus memenuhi standar komformitas yang tinggi sejak tahap pemilihan material, proses, hingga menjadi produk dan jasa yang dibutuhkan. Penguasaan sains dan teknologi menjadi faktor yang harus dikuasai, di mana keterampilan dan keahlian SDM ada di dalamnya.

Komponen TKDN yang bersifat software dan hardware merupakan aset yang bernilai ekonomis dan bisnis. TKDN tersebut harus terkapitalisasi pasarnya karena produk dan layanan yang dihasilkan harus dapat diterima dalam "komunitas" kluster industri yang terbentuk, baik pada skala nasional maupun pada skala regional dan global.

Oleh sebab itu, mengkomersialisasi TKDN dalam satu kluster industri yang berskala nasional maupun regional dan global sejatinya bukan perkara mudah, butuh special effort untuk proteksi pada tingkat kebijakan korporasi, sehingga diperlukan diplomasi indutri dan bisnis untuk menembusnya. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui model kolaborasi dan aliansi dalam satu kerjasama industri. Maka, TKDN dapat dipandang sebagai pendekatan yang bersifat strategis dan taktis yang harus kita tempuh dalam rangka peningkatan penggunaan produk dalam negeri yang dikapitalisasi melalui kerjasama industri dan bisnis baik antar industri di tingkat nasional maupun pada tingkat regional dan global.

Dalam UU tentang perindustrian nomor 3 tahun 2014 pasal 91 diamanatkan bahwa pemerintah perlu memiliki kebijakan kerjasama internasional di bidang industri yang bersandar pada 3 pilar utama, yakni penyusunan rencana strategis, penyelamatan industri, dan memberikan fasilitas atau kemudahan. Adapun, misi komersialisasi dan kapitalisasi pasar TKDN yang ditempuh melalui kerjasama internasional di bidang industri mempunyaitujuan yang bersifat strategis, yakni pembukaan akses dan pengembangan pasar internasional, juga pembukaan akses pada sumber daya industri, adanya pemanfaatan jaringan rantai suplai global sebagai sumber peningkatan produktifitas industri dan peningkatan investasi.

TKDN sebagai fenomena ekonomi, industri, dan bisnis memberikan satu pemahaman dan sekaligus pembelajaran bahwa dalam satu spektrum yang lebih luas bahwa pada akhirnya diperlukan satu lanskap kebijakan industri, investasi dan perdagangan  ke dalam satu policy framrworks  agar misi dan tujuan kerjasama internasional di bidang industri dapat tercapai.

“Harapan ke depan adalah bahwa urusan TKDN sebaiknya tidak hanya dikaitkan dengan urusan pengadaan barang dan jasa, tapi spektrumnya secara strategis diperluas dalam rangka mewujudkan kerjasama internasional di bidang industri yang misi dan tujuannya sudah di bahas di depan,” jelas Fauzi Aziz dalam tulisannya. (GC)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button