Emission & Carbon ENVIRO NEWS
Trending

TPAAS Cirebon Bakal Jadi Sumber Energi Terbarukan

TPAAS Cirebon Bakal Jadi Sumber Energi Terbarukan
Sampah di TPPAS Cirebon seluas 52 hektare bisa mencapai 1.000-1500 ton per hari. (foto: net)
Listrik Indonesia | Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan Tempat Pengolahan & Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Cirebon ke sejumlah investor. Pihaknya meyakini, kapasitas sampah di tempat ini bisa menjadi sumber energi terbarukan yang patut diandalkan.

Mega proyek TPPAS Cirebon ini masuk ke dalam proyek strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat. TPPAS ini akan menggunakan teknologi Mechanical and Biological Treatment (MBT) berlokasi di Desa Cupang, Desa Walahar Kecamatan Gempol serta Desa Ciwaringin Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon.

Proyek ini akan ditawarkan pada Indonesia Invesment Day (IID) 2020 dengan mempresentasikan proyek berkonsep waste to energy secara daring. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri akan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Migas Hulu Jabar (MUJ) pelaksanaannya. Pihaknya mengklaim, proyek ini dipantau oleh investor asal UK, Jepang, Australia, dan Singapura.
Rencananya, kapasitas pengolahan sampah di lokasi seluas 52 hektare ini mencapai 1.000 ton per hari yang dapat ditingkatkan menjadi 1.500 ton per hari. Hasil dari pengelolaan sampah yang ditampung dari wilayah Cirebon Raya dan Indramayu nantinya diolah menjadi refuse derived fuel (RDF) yang menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Pihaknya merencanakan, kapasitas produksi RDF kurang lebih 350 ton per hari. Perusahaan di daerah Cirebon sudah memiliki minat menjadi offtaker bahan baku tersebut salah satunya indocement.

Namun, hal ini perlu adanya kemudahan regulasi dan dukungan pemerintah untuk upaya kesiapan proyek. Kemudahan regulasi ini menjadi indikator penting dalam menarik minat investor, terutama investor asing.

Jika proyek bisa berjalan sesuai rencana, teknologi pengelolaan sampah menjadi energi ini bisa menjadi yang pertama di Indonesia  dan menjadi contoh pengelolaan sampah di banyak wilayah yang masih memiliki problem mengolah sampah.

Ketua Tim Percepatan & Inisiasi Energi Baru, Terbarukan & Konservasi Energi (EBTKE) PT Migas Hulu Jabar (MUJ) Mungki Rahadian mengatakan, konsep pengelolaan sampah menjadi energi alternatif cukup diminati investor asing.

Menurut Mungki, isu energi alternatif untuk menggantikan energi fosil yang tidak ramah terhadap lingkungan membuat para investor mulai mengalihkan perhatiannya dalam berinvestasi.

“Investasi yang membawa isu perbaikan lingkungan, dimana kemudian investor asing saat ini sangat tertarik kepada proyek yang sifatnya green energy. Karena investasi terbaik saat ini memang energi terbarukan, sedangkan energi fosil trennya terus menurun dan ditinggalkan dan banyak juga masyarakat yang beralih ke energi alternatif yang lebih ramah terhadap lingkungan,” kata Mungki dalam keterangan resmi PT MUJ, Senin (12/10). (pin)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button